Asap masih mengepul tipis ketika Bayu Megantara berdiri di depan reruntuhan Gedung Terra Drone, Selasa siang itu. Wajahnya tampak lelah. Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta itu baru saja mengumumkan berita yang memilukan: korban tewas dalam kebakaran hebat di Kemayoran, Jakarta Pusat, bertambah menjadi 22 orang.
"Innalillahi wa inna ilaihi rajiun," ucap Bayu, suaranya berat. "Ada 22 orang yang meninggal dunia."
Pernyataannya itu sekaligus menandai berakhirnya operasi pemadaman yang melibatkan banyak sekali tenaga dan peralatan. "Kami nyatakan pemadaman selesai," tambahnya.
Dari total korban jiwa, sebagian besar adalah perempuan. Bayu membeberkan rinciannya, 15 perempuan dan 7 laki-laki. Menurutnya, seluruh jenazah telah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian yang porak-poranda.
Kebakaran ini sendiri pertama kali dilaporkan warga. Tepatnya pukul 12.43 WIB. Hanya berselang tujuh menit, operasi pemadaman skala besar pun digelar. Bayu dan timnya bergerak cepat.
Mereka mengerahkan kekuatan yang tidak main-main. Lebih dari 100 personel diterjunkan, didukung 28 unit mobil pemadam kebakaran yang memadati kawasan Cempaka Baru. Command Center Dinas Gulkarmat Jakarta sejak awal mengonfirmasi, objek yang terbakar adalah Gedung Terra Drone.
Kini, yang tersisa adalah duka. Dan pertanyaan besar tentang bagaimana tragedi ini bisa terjadi sedemikian dahsyatnya.
Artikel Terkait
Gubernur DKI Setujui Pembangunan PLTSa di Bantargebang untuk Tekan Emisi Metana
Defisit APBN Tercatat Rp240,1 Triliun per Maret 2026, Pemerintah Klaim Masih Terkendali
Uni Eropa Longgarkan Aturan AI demi Daya Saing, Tetap Pertahankan Regulasi Paling Ketat di Dunia
Ratusan Buruh KSPI dan Partai Buruh Demo di Depan Kemnaker, Tuntut Pencabutan Permenaker Nomor 7 Tahun 2026