"Ini baru pertama kalinya aku ke Palembang, seru banget. Kalau bisa langganan ke Palembang ya," ungkapnya sambil tersenyum.
Namun begitu, di balik kemeriahan panggung, ada cerita lain yang bikin geleng-geleng. Banyak penonton yang mengeluh. Jalan dan area parkir yang becek dan licin jadi masalah serius. Hujan deras sebelum acara sepertinya meninggalkan jejak yang cukup merepotkan.
Salah satu pengunjung, Apek, mengaku sempat kesal sampai memutuskan pulang.
"Saya kesal karena baju saya kotor. Petugas keamanan di sana juga tidak menempatkan kayu untuk akses jalan para motor ini. Jadi karena baju saya sudah kotor alhasil saya tidak jadi menonton konser, sudah kesal duluan," kata dia.
Ya, Soundrenaline 2025 di Palembang memang punya dua sisi. Di satu sisi, panggung yang berhasil menciptakan momen spektakuler. Di sisi lain, kondisi lapangan yang kurang bersahabat sempat mengganggu. Tapi, pada akhirnya, festival ini ditutup dengan tepuk tangan riuh. Kesan mendalam tetap tersisa, baik bagi para musisi maupun penonton yang bertahan. Sebuah pengalaman yang tak sepenuhnya mulus, tapi sulit dilupakan.
Artikel Terkait
Mentan Zulhas Pastikan Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Ketahanan Pangan Nasional
Laba Bersih Bank Jago Melonjak 114% pada 2025, Didorong Pertumbuhan Nasabah
RUU Hak Cipta Usulkan Karya Jurnalistik Dilindungi Hak Eksklusif dan Royalti
Pemerintah Rencanakan Pagar Raksasa untuk Atasi Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas