Infantino Dihadiahi Trump Penghargaan Perdamaian di Tengah Hujan Kritik

- Sabtu, 06 Desember 2025 | 12:00 WIB
Infantino Dihadiahi Trump Penghargaan Perdamaian di Tengah Hujan Kritik

WASHINGTON Gianni Infantino, Presiden FIFA, kini berada di tengah badai kritik. Semuanya berawal Jumat lalu, ketika ia menganugerahkan Hadiah Perdamaian FIFA pertama kepada Donald Trump. Ironisnya, pemberian medali itu terjadi kurang dari sehari setelah AS melancarkan serangan udara mematikan di Laut Karibia. Bagi banyak pengamat, langkah ini jelas-jelas menyeret FIFA ke dalam kancah politik, sesuatu yang seharusnya dihindari federasi sepak bola dunia itu.

Padahal, kita tahu sendiri bagaimana FIFA sering bersikap terhadap pemain. Mereka bisa kena denda atau larangan bermain hanya karena menyuarakan pesan politik, dengan alasan melanggar netralitas. Tapi kini, federasi yang sama justru terlihat sangat akrab dengan seorang politisi kontroversial seperti Trump. Pemberian penghargaan ini dianggap semakin mempertegas dukungan Infantino kepada mantan presiden dari Partai Republik tersebut.

Kecaman pun mengalir deras. Salah satu suara paling keras datang dari Craig Mokhiber, mantan pejabat PBB yang getol mengampanyekan pengusiran Israel dari sepak bola internasional menyikapi perang di Gaza.

"Tidak puas dengan 2 tahun keterlibatan FIFA dalam genosida di Palestina, Infantino dan kroni-kroninya kini telah membuat 'hadiah perdamaian' baru untuk menjilat Donald Trump," ujar Mokhiber kepada Al Jazeera.

Dia menyebut perkembangan ini benar-benar memalukan. Menurutnya, penghargaan itu cuma upaya untuk mengalihkan perhatian dari catatan buruk Trump, mulai dari dukungannya kepada Israel, serangan di Karibia, hingga pelanggaran HAM di dalam negeri AS sendiri.

Di sisi lain, Infantino sendiri punya pembelaan. Ia selalu menolak untuk mengambil tindakan terhadap Israel, dengan argumen klasik bahwa sepak bola bukanlah alat untuk menyelesaikan masalah geopolitik.

Namun begitu, sikapnya tampak berbeda saat berhadapan dengan Trump. Dalam acara pemberian penghargaan, Infantino memuji mantan presiden itu habis-habisan. Ia menyoroti peran Trump dalam Perjanjian Abraham, yang mendamaikan Israel dengan sejumlah negara Arab dan Muslim tentu saja, dengan mengesampingkan status Palestina.

"Inilah yang kami inginkan dari seorang pemimpin, seorang pemimpin yang peduli terhadap rakyat. Kita ingin hidup di dunia yang aman," kata Infantino dengan penuh semangat.

"Bapak Presiden, Anda benar-benar pantas menerima Hadiah Perdamaian FIFA pertama atas tindakan Anda, atas apa yang telah Anda peroleh dengan upaya Anda," tambahnya.

Trump sendiri, seperti diduga, menyambut penghargaan ini dengan sukacita. Ia menyebutnya sebagai salah satu penghormatan terbesar yang pernah diterimanya. Klaim-klaim lamanya pun diulang: bahwa masa kepresidenannya konon telah menyelamatkan jutaan nyawa dan mengakhiri delapan perang berbeda.

Jadi, di satu sisi ada pemain yang didenda karena menyuarakan hati nurani. Di sisi lain, ada pimpinan tertinggi sepak bola dunia yang dengan leluasa menjalin hubungan mesra dengan kekuasaan. Kontras yang sulit dijelaskan, dan semakin mengaburkan batas antara olahraga dan permainan politik.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar