Kebocoran data pribadi seringkali berawal dari hal-hal yang kita anggap remeh. David Gilbert Hasudungan, Co-Founder Karsa-Siber, mengingatkan hal itu. Dalam keseharian berdigital, kewaspadaan kerap kalah oleh rasa penasaran atau kemudahan yang ditawarkan.
Menurutnya, langkah pertama yang sering luput adalah saat kita masuk ke dalam sebuah grup WhatsApp. "Gabung grup WhatsApp tanpa memperhatikan grup apa, itu sangat mudah membocorkan nomor-nomor, nama kita, dan bahkan foto," ujarnya.
David menyampaikan hal tersebut dalam Seminar Insight Talk di Unsoed Purwokerto, Jumat lalu. Memang, fitur WA sekarang sudah lebih terjaga, misalnya dengan pembatasan screenshot. Tapi akses terhadap data di dalamnya tetaplah ada.
Di sisi lain, aktivitas di media sosial juga punya celah besar. Update lokasi secara real-time, mention teman, atau sekadar posting foto dengan latar tertentu semua itu bisa menjadi petunjuk bagi orang yang berniat jahat. Tanpa sadar, kita sendiri yang membocorkan informasi.
Namun begitu, ada satu kebiasaan lain yang menurut David perlu diwaspadai: mudahnya men-scan dan mengirim dokumen.
Artikel Terkait
Menteri ESDM Pastikan Pasokan BBM Aman Meski Konflik Timur Tengah Meluas
Imsak di Bogor Pukul 04.33 WIB, Berikut Jadwal Salat Lengkap 7 Maret 2026
Iran: 30 Persen Korban Tewas dalam Konflik Terbaru adalah Anak-anak
Kadin DKI Resmikan Dapur Percontohan Program Makan Bergizi Gratis