Pertumbuhan Uang Primer RI Melambat di November 2025

- Sabtu, 06 Desember 2025 | 05:25 WIB
Pertumbuhan Uang Primer RI Melambat di November 2025

Pertumbuhan uang primer atau M0 Adjusted di Indonesia tercatat melambat pada November 2025. Data terbaru dari Bank Indonesia menunjukkan angka itu mencapai Rp2.136,2 triliun, yang artinya naik 13,3 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. Kalau dibandingin sama bulan Oktober, laju pertumbuhannya memang lebih pelan. Sebelumnya, di bulan Oktober, angkanya masih di level 14,4 persen.

Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, menjelaskan soal perkembangan ini. Menurutnya, ada beberapa faktor yang berperan.

"Pertumbuhan giro bank umum di BI adjusted tercatat 24,2 persen, sementara uang kartal yang beredar tumbuh 13,1 persen. Itu yang mendorong," ujarnya.

Penjelasan itu dia sampaikan lewat keterangan tertulis yang dirilis Sabtu lalu, tanggal 6 Desember 2025. Ramdan juga menekankan bahwa angka pertumbuhan M0 Adjusted ini sudah memperhitungkan dampak dari insentif likuiditas yang diberikan bank sentral. Atau dalam bahasa kebijakannya, pengendalian moneter adjusted.

Nah, buat yang belum familier, M0 Adjusted ini intinya adalah gambaran perkembangan uang primer setelah dampak insentif likuiditas disaring. Tujuannya jelas: agar kita bisa lihat tren yang lebih murni, tanpa 'gangguan' dari penurunan giro bank karena program insentif tadi.

Kebetulan, sejak awal tahun 2025, BI memang sudah menyesuaikan cara hitung M0 Adjusted. Penyesuaian metodologi ini dilakukan agar publik dan pelaku pasar bisa lebih mudah memahami gerak-gerik uang primer dan pengaruh kebijakan likuiditas yang diambil bank sentral. Jadi, angkanya jadi lebih bisa dijadikan acuan.

Memang sih, pertumbuhan yang sedikit melandai ini bisa jadi bahan analisis. Tapi secara umum, kondisi likuiditas masih terlihat terjaga. Kita lihat saja perkembangannya ke depan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar