Gajayana Terhenti Usai Tabrakan dengan Truk di Perlintasan Kebumen

- Rabu, 28 Januari 2026 | 00:54 WIB
Gajayana Terhenti Usai Tabrakan dengan Truk di Perlintasan Kebumen
Kecelakaan Kereta Gajayana di Kebumen

Kereta Gajayana Tertabrak Truk di Perlintasan Kebumen, Lalu Lintas Terganggu

Malam itu, Selasa sekitar pukul setengah sepuluh, suasana di petak jalan antara Prembun dan Kutowinangun tiba-tiba berubah kacau. Kereta Api Gajayana nomor 35, yang sedang melaju dari Malang menuju Gambir, terpaksa berhenti mendadak. Penyebabnya? Kereta itu bertabrakan dengan sebuah truk di perlintasan sebidang.

Insiden ini langsung membuat aktivitas perjalanan kereta api di jalur hulu lumpuh total. PT KAI lewat akun media sosial @KAI121 mengonfirmasi gangguan itu.

"Akibat kejadian tersebut, jalur hulu sementara belum dapat dilalui oleh perjalanan kereta api,"

Begitu bunyi keterangan resmi mereka yang dirilis Rabu pagi. Situasi di lokasi masih ramai. Menurut sejumlah saksi, petugas gabungan terlihat sibuk melakukan pemeriksaan mendalam. Evakuasi juga masih berlangsung untuk memastikan semuanya aman sebelum kereta bisa kembali melintas.

"Saat ini, petugas di lapangan masih melakukan pemeriksaan dan proses evakuasi guna memastikan keselamatan serta keamanan perjalanan kereta api,"

Nah, di sisi lain, PT KAI kembali mengingatkan soal keselamatan di perlintasan. Mereka mengimbau pengendara, terutama yang melintas di jalur sebidang dengan rel, untuk benar-benar mengutamakan kereta api. Patuhi rambu-rambu. Itu penting demi keamanan bersama.

Kecelakaan ini tentu berimbas pada penumpang. Banyak jadwal yang molor. Untuk itu, perusahaan menyampaikan permohonan maaf.

"Kami memohon maaf atas keterlambatan perjalanan kereta api yang terjadi sebagai dampak dari insiden ini. Terima kasih atas pengertian dan kerja sama seluruh pihak,"

Sampai berita ini diturunkan, proses normalisasi jalur masih terus dilakukan. Para penumpang dihimbau untuk terus memantau informasi terbaru dari PT KAI.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar