BANDUNG Geger. Itulah kata yang tepat menggambarkan suasana ketika Persib Bandung mengumumkan perekrutan Layvin Kurzawa. Bek kiri asal Prancis itu bukan pemain sembarangan. Latar belakangnya mentereng: mantan punggawa PSG dan AS Monaco, bahkan pernah merasakan atmosfer Timnas Prancis. Di bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026, namanya langsung jadi buah bibir.
Bayangkan, dia pernah berbagi ruang ganti dengan nama-nama besar seperti Neymar, Mbappé, atau Cavani. Tapi, di Kota Kembang, reputasi masa lalu tak lantas jadi tiket masuk ke starting eleven. Pelatih Bojan Hodak bersikap tegas soal ini.
“Layvin Kurzawa datang dan dia ingin bermain. Jadi dia harus lebih baik dari para pemain yang sudah berada di sini sebelumnya. Di mana pun, selalu seperti itu,” tegas Hodak.
Pernyataan itu sekaligus jadi penegas. Tak ada ruang untuk romantisme nama besar di timnya. Yang ada hanyalah prinsip profesionalisme dan persaingan sehat.
Memang, Hodak mengakui ada penyesuaian terkait usia Kurzawa yang sudah 32 tahun. Misalnya dalam hal porsi latihan. Namun begitu, ketika sudah turun ke lapangan, semua pemain diperlakukan sama rata. Tidak ada yang istimewa.
Di sisi lain, Kurzawa sendiri tampaknya paham betul dengan situasi ini. Dia tidak datang ke Persib hanya untuk sekadar menambah koleksi klub dalam kariernya. Semangatnya terasa dari pernyataan yang dia sampaikan.
“Ini petualangan baru dan saya sangat antusias untuk datang dan bermain di sini,” ujarnya.
Keputusan pindah ke Bandung, menurutnya, adalah pilihan pribadi yang matang. “Ini murni keputusan saya. Persib adalah pilihan terbaik untuk saya dan karier saya.”
Lalu, apa yang bisa diharapkan dari Kurzawa? Ternyata, targetnya jauh lebih besar dari sekadar gelar domestik. Ambisi Persib di AFC Champions League 2 (ACL 2) 2025/2026 adalah alasan utama. Sebagai juara grup, Maung Bandung sudah melaju ke fase gugur dan butuh senjata baru.
Menurut pengamat sepak bola Ronny Pangemanan, timing kedatangan Kurzawa ini nyaris sempurna.
“Persib akan menyambut paruh musim kedua setelah menjuarai paruh musim pertama. Sekarang mereka punya pemain top. Layvin Kurzawa ini bukan pemain sembarangan,” kata Ropan, sapaan akrabnya, dalam sebuah diskusi daring.
Dia juga melihat fleksibilitas Kurzawa sebagai nilai jual lain. “Dia bisa main di bek kiri, posisi aslinya, tapi juga bisa dimainkan sebagai gelandang bertahan. Ini menambah banyak opsi bagi Bojan Hodak.”
Dengan modal pemain seperti ini, mimpi Persib untuk melangkah jauh di ACL 2 jadi lebih nyata. Bahkan, skenario yang dulu terdengar mustahil seperti berhadapan dengan Al Nassr yang dihuni Cristiano Ronaldo kini mulai terbayang.
“Bukan tidak mungkin Persib bisa sampai semifinal bahkan final. Siapa tahu, dengan perjuangan Maung Bandung,” tambah Ropan penuh keyakinan.
Jika pertemuan epik itu benar-benar terjadi, pengalaman Kurzawa di level elite Eropa akan sangat berarti. Dia tahu bagaimana rasanya tekanan di laga besar, dan sudah biasa berhadapan dengan pemain sekelas Ronaldo.
Soal adaptasi? Ropan yakin itu bukan masalah besar. Selain karakternya yang profesional, ada faktor pendukung lain. “Ini pemain kaleng-kaleng. Ditambah ada pemain Prancis lain di Persib, adaptasinya akan jauh lebih cepat,” jelasnya.
Pada akhirnya, kedatangan Kurzawa adalah pernyataan ambisi. Persib tidak puas hanya menjadi raja di kandang sendiri. Mereka membidik lebih tinggi, baik untuk meraih hat-trick gelar liga maupun menciptakan kejutan di kancah Asia.
Kurzawa hadir bukan untuk mengenang masa kejayaannya di Paris, melainkan untuk menciptakan sejarah baru di Bandung. Dan siapa tahu, perjalanan itu mungkin akan membawanya berhadapan lagi dengan salah satu legenda sepak bola dunia. Saat itu tiba, Persib setidaknya punya satu orang yang sudah biasa berada di panggung yang sama.
Artikel Terkait
Persib Bandung Balikkan Keadaan, Kalahkan Bhayangkara 4-2 dan Rebut Puncak Klasemen dari Borneo FC
Tim Uber Indonesia Kalahkan Denmark, Tantang Korea Selatan di Semifinal
Pedrosa Prediksi Duel Bezzecchi vs Marquez di MotoGP 2026, Martin Jadi Kuda Hitam
Bruno Moreira Diuji di Empat Laga Sisa: Kapten Persebaya Harus Buktikan Diri di Tengah Standar Tinggi Bernardo Tavares