Pendapatan Tambang Melonjak, Asosiasi Desak Jaga Iklim Investasi

- Rabu, 28 Januari 2026 | 14:00 WIB
Pendapatan Tambang Melonjak, Asosiasi Desak Jaga Iklim Investasi

Pendapatan negara dari tambang mineral dan batu bara diproyeksikan melonjak pada 2025, bahkan melampaui target. Angkanya cukup fantastis: Rp138,37 triliun, jauh di atas patokan awal Rp127,44 triliun. Nah, di tengah prospek cerah ini, muncul desakan agar iklim investasi di sektor ini benar-benar dijaga.

Kolaborasi erat antara pemerintah dan pelaku usaha dinilai kunci. Menurut Asosiasi Pertambangan Indonesia (API-IMA), menjaga investasi itu tugas bersama. Tanpa sinergi yang solid, target-target semacam itu bisa jadi sekadar angka di atas kertas.

Ketua Umum API-IMA, Rachmat Makkasau, secara khusus menyoroti satu kasus. Dia mengajak semua pihak untuk memastikan penilaian yang adil terhadap PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Martabe di Sumatera Utara.

“Kami percaya bahwa pemerintah akan melakukan evaluasi lebih detail terkait izin usaha PT Agincourt yang disebutkan akan dicabut,” ujar Rachmat, Rabu (28/1/2026).

Rachmat menambahkan, perusahaan yang beroperasi dengan baik dan taat aturan seharusnya bisa terus berjalan. “Perusahaan-perusahaan yang mengedepankan aspek-aspek Environmental, Social dan Governance (ESG), serta mematuhi peraturan yang berlaku, termasuk aspek pengelolaan lingkungan hidup - tentunya akan tetap dapat beroperasi. Ini penting untuk memastikan bahwa iklim investasi di sektor pertambangan tetap kondusif,” tegasnya.

Keyakinannya itu punya dasar. Agincourt, misalnya, telah meraih Proper Hijau sebuah indikator tata kelola lingkungan yang baik. Performa operasionalnya juga dianggap sudah sesuai jalur.

Di sisi lain, Rachmat menegaskan bahwa komitmen terhadap praktik pertambangan yang baik (good mining practice) dan ESG adalah syarat mutlak keanggotaan di API-IMA. Itu bukan sekadar wacana.

Baru-baru ini, melalui acara Indonesia Weekend Miner 2026, dia mendorong anggotanya untuk lebih gencar menyuarakan fakta-fakta positif dari lapangan.

“Sudah banyak perusahaan yang menjalankan operasional dengan baik dan menerapkan prinsip GMP dan ESG. Kami mendorong perusahaan anggota API-IMA untuk terus mengampanyekan hal-hal positif tersebut agar pandangan masyarakat terhadap industri pertambangan menjadi lebih seimbang,” tambah Rachmat.

Pesan intinya jelas: di balik citra yang seringkali suram, ada upaya nyata dari dalam industri untuk berbenah. Dan itu perlu didukung, agar roda investasi tetap berputar, membawa manfaat bagi banyak pihak.

(Febrina Ratna Iskana)

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar