Wamentan Bantah Ada Kejar-kejaran Saat Kericuhan di Diskusi UGM

- Selasa, 16 Juni 2026 | 21:30 WIB
Wamentan Bantah Ada Kejar-kejaran Saat Kericuhan di Diskusi UGM

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, membantah adanya aksi kejar-kejaran dalam kericuhan yang terjadi pada sebuah acara diskusi di Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (15/6/2026) malam. Pernyataan tersebut disampaikannya untuk meluruskan narasi yang beredar di masyarakat mengenai insiden yang melibatkan tiga pejabat negara itu.

Dalam acara diskusi tersebut, hadir Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko, dan Sudaryono sendiri. Kericuhan yang terjadi kemudian menjadi sorotan publik, terutama setelah beredarnya informasi mengenai adanya upaya pengejaran terhadap para pejabat.

"Saya kira enggak ada kejar-kejaran, jadi sebetulnya enggak semencekam yang diceritakan sih, itu maksud saya," ujar Sudaryono dalam program Sapa Indonesia Malam KompasTV, Selasa (16/6/2026).

Meskipun membantah adanya pengejaran, Sudaryono mengakui bahwa situasi sempat memanas. Ia menceritakan bahwa ada seseorang yang melemparkan air dan berusaha memukulnya. Namun, pria kelahiran Grobogan itu menegaskan bahwa dampak dari insiden tersebut tidak terlalu serius, meskipun bahunya sempat terkena upaya pemukulan.

Akibat kondisi yang dinilai tidak lagi kondusif, Sudaryono dan dua pejabat lainnya memutuskan untuk meninggalkan lokasi acara. Namun, perjalanan pulang mereka tidak berjalan mulus. Setelah naik mobil bersama Nusron Wahid, kendaraan yang mereka tumpangi dihadang oleh sekelompok mahasiswa.

Mendengar teriakan yang menanyakan keberadaan mereka, kedua pejabat itu akhirnya memutuskan untuk turun dari mobil. Sudaryono kemudian menemui para mahasiswa yang menghadang kendaraannya. Menurut pengakuannya, para mahasiswa tersebut meminta untuk diadakan diskusi.

Permintaan itu pun dipenuhi. Kedua pejabat tersebut berdiskusi dengan para mahasiswa di tempat, bahkan dengan posisi duduk di aspal. Namun, dialog yang berlangsung dinilai tidak mencapai titik temu.

"Terus kami merasa bahwa memang diskusinya itu enggak nyambung," ungkap Wamentan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar