BRI kembali menunjukkan perannya yang solid dalam program perumahan nasional. Hingga akhir tahun 2025, bank plat merah itu telah menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah Subsidi (KPRS) senilai Rp16,16 triliun. Angka yang cukup fantastis ini telah dinikmati oleh lebih dari 118 ribu debitur dari berbagai penjuru Indonesia, terutama mereka yang masuk dalam kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Kalau dirinci, penyalurannya mencakup beberapa skema. Yang terbesar tentu dari Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), dengan realisasi Rp15,74 triliun. Lalu ada KPR Tapera sebesar Rp321,23 miliar, disusul KPR Subsidi Selisih Bunga senilai Rp94,03 miliar. Tak ketinggalan, program BP2BT juga berkontribusi Rp9,06 miliar.
Menurut Corporate Secretary BRI, Dhanny, pencapaian ini bukanlah kebetulan. Ini adalah bentuk konsistensi nyata bank dalam mendukung kebijakan pemerintah di sektor perumahan.
“Kami berkomitmen menghadirkan akses hunian yang layak, terjangkau, dan berkualitas bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Sebagai bank-nya rakyat, BRI memandang penyaluran KPRS sebagai bagian dari peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Dhanny.
“Penyaluran KPRS ini merupakan wujud nyata kontribusi BRI dalam mendukung pemerataan pembangunan di berbagai wilayah,” tambahnya.
Di sisi lain, permintaan masyarakat ternyata terus melonjak. Menanggapi hal ini, pada Agustus 2025 lalu, alokasi pembiayaan KPR FLPP untuk BRI dinaikkan dari 17.700 menjadi 25.000 unit. Tapi rupanya belum cukup. Alokasi itu kemudian bertambah lagi jadi 32.000 unit, dan di penghujung Desember 2025, bertambah sedikit menjadi 33.000 unit. Bahkan untuk tahun 2026, kuota yang disiapkan sudah mencapai 36.261 unit. Peningkatan bertahap ini jelas memperkuat posisi BRI dalam mendukung target Program 3 Juta Rumah pemerintah.
Lebih dari sekadar angka, upaya ini selaras dengan fokus pemerintah pada pembangunan infrastruktur dan pemerataan ekonomi. Dampaknya punya efek berantai yang positif. Dengan membiayai perumahan, BRI tak cuma membantu MBR punya rumah. Aktivitas ekonomi di sekitar kawasan perumahan baru ikut bergeliat mulai dari sektor konstruksi, bahan bangunan, jasa tukang, hingga UMKM lokal yang menjual kebutuhan sehari-hari.
“Kami memandang penyaluran KPRS sebagai bagian dari kontribusi BRI dalam mendukung pembangunan nasional. Pembiayaan perumahan tidak hanya memberikan akses terhadap kepemilikan rumah, tetapi juga menciptakan multiplier effect bagi aktivitas ekonomi, termasuk mendorong sektor UMKM di sekitarnya,” pungkas Dhanny.
Dia menegaskan, BRI akan terus memperluas jangkauan program ini. Tujuannya satu: agar semakin banyak keluarga Indonesia yang akhirnya bisa memiliki rumah layak huni dengan harga terjangkau.
Artikel Terkait
Polisi Bekuk Dua Pelaku Penyiraman Air Keras di Jakbar Kurang dari 12 Jam, Dipicu Pertengkaran Sepak Bola
Mantan Finalis Puteri Indonesia Tersangka Klinik Kecantikan Ilegal, 15 Pasien Alami Cacat Permanen
Shayne Pattynama Sebut Film Dokumenter The Longest Wait Rekam Perjuangan Emosional Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Menteri PPPA Minta Maaf soal Usulan Gerbong Khusus Perempuan yang Dinilai Tak Sensitif Pascakecelakaan KRL