BRI kembali menunjukkan perannya yang solid dalam program perumahan nasional. Hingga akhir tahun 2025, bank plat merah itu telah menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah Subsidi (KPRS) senilai Rp16,16 triliun. Angka yang cukup fantastis ini telah dinikmati oleh lebih dari 118 ribu debitur dari berbagai penjuru Indonesia, terutama mereka yang masuk dalam kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Kalau dirinci, penyalurannya mencakup beberapa skema. Yang terbesar tentu dari Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), dengan realisasi Rp15,74 triliun. Lalu ada KPR Tapera sebesar Rp321,23 miliar, disusul KPR Subsidi Selisih Bunga senilai Rp94,03 miliar. Tak ketinggalan, program BP2BT juga berkontribusi Rp9,06 miliar.
Menurut Corporate Secretary BRI, Dhanny, pencapaian ini bukanlah kebetulan. Ini adalah bentuk konsistensi nyata bank dalam mendukung kebijakan pemerintah di sektor perumahan.
“Kami berkomitmen menghadirkan akses hunian yang layak, terjangkau, dan berkualitas bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Sebagai bank-nya rakyat, BRI memandang penyaluran KPRS sebagai bagian dari peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Dhanny.
“Penyaluran KPRS ini merupakan wujud nyata kontribusi BRI dalam mendukung pemerataan pembangunan di berbagai wilayah,” tambahnya.
Artikel Terkait
Stasiun Jatake Resmi Beroperasi, Solusi Baru Atasi Kepadatan Jalur Rangkasbitung
Imlek Tak Hanya di Kalender, Tapi Juga di Dapur dan Ingatan
Prabowo Beri Mandat Khusus soal SDA, Bahlil Diminta Cari Formulasi
Menag Usulkan Rp703 Miliar untuk Bangkitkan Madrasah dan Rumah Ibadah Pasca Bencana