Arus Mudik Lebaran 2026 di Tol Tangerang-Merak Naik 1,3%, Pengelola Beri Diskon 30%

- Minggu, 15 Maret 2026 | 15:00 WIB
Arus Mudik Lebaran 2026 di Tol Tangerang-Merak Naik 1,3%, Pengelola Beri Diskon 30%

Gelombang mudik Lebaran 2026 di ruas Tol Tangerang-Merak ternyata cukup padat. Data yang dirilis pengelola menunjukkan, sejak sepuluh hari sebelum hari raya, arus kendaraan yang tercatat sudah mencapai 850.617 unit. Angka ini naik tipis, sekitar 1,3 persen, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Kalau dirata-ratakan, setiap harinya ada sekitar 166.631 kendaraan yang melintas. Menariknya, angka harian ini menunjukkan kenaikan hingga 14 persen dibanding kondisi lalu lintas normal di ruas tol tersebut.

Uswatun Hasanah, Humas Astra Infra Tol Tangerang-Merak, membenarkan data tersebut pada Minggu (15/3/2026).

"Ada kenaikan 1,3% dibanding Lebaran tahun sebelumnya. Atau, jika dibanding arus harian normal, angkanya naik signifikan, sekitar 14,0%," jelasnya.

Namun begitu, tidak semua titik mengalami peningkatan. Pengelola merinci, arus kendaraan yang masuk melalui Gerbang Tol (GT) Cikupa sejak H-10 justru mengalami penurunan. Jumlahnya mencapai 162.169 kendaraan, dengan rata-rata harian 41.190 unit.

"Ini turun 20,57% dari periode 2025. Bahkan, lebih rendah 8,67% dari lalu lintas harian rata-rata normal," tambah Uswatun.

Di sisi lain, arus yang mengarah ke Pelabuhan Merak dan sekitarnya dalam lima hari terakhir (10-14 Maret) tercatat 50.680 kendaraan. Rata-ratanya 8.133 kendaraan per hari.

"Meski turun 24,16% dibanding tahun 2025, angka ini justru naik 5,04% jika dibandingkan kondisi LHR normal," katanya lagi.

Untuk mengurai kepadatan dan memberikan insentif, pengelola punya kebijakan diskon. Uswatun menyebut, diskon tarif sebesar 30% akan berlaku pada tanggal 15 dan 16 Maret.

"Diskon ini khusus untuk perjalanan terjauh dan terus-menerus antara GT Cikupa dan GT Merak, atau sebaliknya. Jadi, kendaraan harus masuk dan keluar di kedua gerbang itu untuk mendapatkan potongan harga," pungkasnya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar