Di sisi lain, permintaan masyarakat ternyata terus melonjak. Menanggapi hal ini, pada Agustus 2025 lalu, alokasi pembiayaan KPR FLPP untuk BRI dinaikkan dari 17.700 menjadi 25.000 unit. Tapi rupanya belum cukup. Alokasi itu kemudian bertambah lagi jadi 32.000 unit, dan di penghujung Desember 2025, bertambah sedikit menjadi 33.000 unit. Bahkan untuk tahun 2026, kuota yang disiapkan sudah mencapai 36.261 unit. Peningkatan bertahap ini jelas memperkuat posisi BRI dalam mendukung target Program 3 Juta Rumah pemerintah.
Lebih dari sekadar angka, upaya ini selaras dengan fokus pemerintah pada pembangunan infrastruktur dan pemerataan ekonomi. Dampaknya punya efek berantai yang positif. Dengan membiayai perumahan, BRI tak cuma membantu MBR punya rumah. Aktivitas ekonomi di sekitar kawasan perumahan baru ikut bergeliat mulai dari sektor konstruksi, bahan bangunan, jasa tukang, hingga UMKM lokal yang menjual kebutuhan sehari-hari.
“Kami memandang penyaluran KPRS sebagai bagian dari kontribusi BRI dalam mendukung pembangunan nasional. Pembiayaan perumahan tidak hanya memberikan akses terhadap kepemilikan rumah, tetapi juga menciptakan multiplier effect bagi aktivitas ekonomi, termasuk mendorong sektor UMKM di sekitarnya,” pungkas Dhanny.
Dia menegaskan, BRI akan terus memperluas jangkauan program ini. Tujuannya satu: agar semakin banyak keluarga Indonesia yang akhirnya bisa memiliki rumah layak huni dengan harga terjangkau.
Artikel Terkait
Kapolri Tinjau Terminal Purabaya, Imbau Sopir Waspada dan Siapkan Cadangan untuk Mudik Lebaran
Indonesia Tawarkan Listrik Surya ke Singapura, Bidik Investasi Industri Hijau di BBK
Menteri Keuangan Bantah Rupiah Terpuruk Akibat Konflik Timur Tengah
Rusia Desak AS Cabut Sanksi Minyak, Manfaatkan Gejolak Timur Tengah