Pasar Mobil Nasional Tumbuh 10%, Dominasi Astra Tergerus ke Bawah 50%

- Sabtu, 14 Maret 2026 | 11:15 WIB
Pasar Mobil Nasional Tumbuh 10%, Dominasi Astra Tergerus ke Bawah 50%

Hingga akhir Februari 2026, penjualan mobil nasional ternyata cukup menggembirakan. Angka wholesales-nya menyentuh 147,6 ribu unit, atau tumbuh 10 persen. Cukup solid untuk awal tahun.

Kalau dilihat dari data Gaikindo, realisasi itu sudah mencakup sekitar 17,4 persen dari target yang dicanangkan untuk sepanjang 2026. Tapi, yang menarik justru di balik angka-angka itu. Kinerja pasar rupanya didorong oleh pemain-pemain di luar grup raksasa Astra International. Faktanya, penjualan Astra sendiri cenderung stagnan di dua bulan pertama.

Di sisi lain, pertumbuhan yang ada di internal Astra sepenuhnya digerakkan oleh Daihatsu, yang melesat 18 persen dibanding tahun lalu. Sayangnya, itu tak cukup untuk menutupi penurunan yang dialami Toyota dan Lexus, yang justru merosot 8 persen.

Akibatnya, dominasi Astra di pasar domestik pun tergerus. Pangsa pasarnya sekarang tinggal 49,4 persen, turun cukup signifikan dari posisi 54,4 persen di periode yang sama tahun sebelumnya.

Lalu, bagaimana dengan kompetitornya? Rupanya, merek Jepang lain justru mencatatkan performa yang bagus. Mitsubishi Motors tumbuh 18 persen, sementara Suzuki bahkan melonjak lebih tinggi, mencapai 28 persen. Mereka jelas mengambil kesempatan.

Nah, ceritanya jadi makin berwarna kalau kita lihat produsen asal China. Di satu sisi, BYD dan Denza meroket luar biasa dengan pertumbuhan hampir 200 persen. Tapi di sisi lain, nasib Wuling dan Chery berbeda; penjualannya justru turun 13 dan 14 persen. Pasar memang tak pernah seragam.

Yang patut dicatat, kelompok merek 'lain-lain' justru menunjukkan pertumbuhan paling fantastis: 158 persen. Ini jelas sinyal bahwa pilihan konsumen semakin beragam dan pemain baru mulai mengambil porsi.

Bagaimana dengan roda dua? Sektor sepeda motor juga mengalami kenaikan, meski tipis. Menurut catatan AISI, penjualan di Februari 2026 mencapai 587 ribu unit, naik 1 persen dari tahun lalu dan 2 persen dari bulan sebelumnya. Secara kumulatif, dua bulan pertama tahun ini sudah terjual 1,17 juta unit, tumbuh 2 persen. Angka ini kira-kira sudah memenuhi 17 sampai 18 persen dari target tahunan AISI.

Meski statistiknya terlihat positif, ada catatan dari analis. Menurut mereka, sebagian dari kenaikan ini kemungkinan besar dipicu faktor musiman, terutama jelang Lebaran.

Seperti diungkapkan Stockbit, pola pembelian tahun ini cenderung terkonsentrasi di bulan Februar. Berbeda dengan tahun lalu yang lebih tersebar antara Februari hingga Maret.

Perbedaan pola itulah yang membuat pertumbuhan penjualan di awal 2026 ini terlihat lebih kuat secara tahunan. Jadi, kita lihat saja perkembangannya di bulan-bulan mendatang, setelah euforia hari raya lewat.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar