BULOG Libatkan Mahasiswa Bandung dalam Dialog Swasembada Pangan, Stok Beras Capai Rekor 5,36 Juta Ton

- Minggu, 24 Mei 2026 | 11:50 WIB
BULOG Libatkan Mahasiswa Bandung dalam Dialog Swasembada Pangan, Stok Beras Capai Rekor 5,36 Juta Ton

Perum BULOG terus memperkuat peran strategisnya dalam mendukung swasembada pangan berkelanjutan dengan mengedepankan edukasi dan dialog bersama generasi muda. Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang mengajak perwakilan mahasiswa se-Bandung, bertajuk “Peran Kampus dalam Mewujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan untuk Cadangan Pangan Pemerintah.” Acara tersebut digelar di Kompleks Pergudangan Utama BULOG Kota Cimahi, Jawa Barat.

Kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembelajaran terbuka bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung bagaimana pemerintah, melalui BULOG, mengelola Cadangan Pangan Pemerintah sebagai bagian integral dari sistem ketahanan pangan nasional. Melalui kunjungan ke gudang, para mahasiswa mendapatkan pemahaman mendalam tentang pengelolaan stok, kualitas beras, serta peran infrastruktur pangan dalam menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Direktur Utama Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, menekankan bahwa upaya mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan memerlukan sinergi lintas sektor. Ia menyebut kontribusi aktif dari dunia kampus sebagai pusat pengetahuan, riset, inovasi, dan lahirnya gagasan baru menjadi salah satu kunci keberhasilan. Pencapaian swasembada pangan yang terus diperkuat sejak 2024, berlanjut pada 2025, dan semakin dimantapkan pada 2026, menurutnya, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun ketahanan pangan nasional.

“Penguatan swasembada pangan tidak hanya dilihat dari sisi produksi, tetapi juga dari kemampuan negara dalam menyerap hasil panen petani, menjaga cadangan pangan, memperkuat infrastruktur pascapanen, dan memastikan pangan tetap tersedia serta terjangkau bagi masyarakat. Di titik inilah BULOG menjalankan perannya sebagai instrumen negara dalam menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilisasi pangan,” ujar Ahmad dalam keterangan tertulis, Minggu (24/5/2026).

Informasi penting turut disampaikan terkait capaian sektor pangan nasional. Berdasarkan data Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), Indonesia tercatat berada di peringkat kedua dunia dalam kenaikan produksi padi, di antara Brasil dan Myanmar. Capaian ini menjadi sinyal positif atas semakin kuatnya produksi pangan dalam negeri dan menjadi landasan penting dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional.

Sementara itu, dari sisi pengelolaan stok, Ahmad mengungkapkan bahwa stok beras yang dikelola BULOG saat ini mencapai sekitar 5,36 juta ton angka tertinggi dalam sejarah dengan total kapasitas simpan yang disediakan sekitar 6,2 juta ton. “Kapasitas tersebut akan terus diperkuat seiring meningkatnya produksi padi nasional, sehingga BULOG dapat semakin optimal dalam menjalankan penugasan pemerintah, khususnya dalam pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah dan stabilisasi pangan,” katanya.

Di sisi pengadaan, BULOG telah menyerap sekitar 2,8 juta ton beras dari target 4 juta ton. Capaian ini menunjukkan peran aktif BULOG dalam mendukung petani sekaligus memperkuat stok pangan nasional. Melalui penyerapan hasil produksi dalam negeri, BULOG tidak hanya menjaga ketersediaan beras, tetapi juga turut menjaga keseimbangan harga di tingkat produsen dan konsumen.

Ahmad menambahkan bahwa BULOG memiliki sarana dan prasarana yang tersebar di seluruh Indonesia, mulai dari gudang, jaringan logistik, hingga fasilitas pengolahan gabah dan beras. Infrastruktur tersebut menjadi tulang punggung penting dalam memastikan rantai pasok pangan berjalan kuat, efisien, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah. Untuk memperkuat peran tersebut, BULOG pada tahun ini juga akan menambah infrastruktur pascapanen di 100 titik. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam mendukung peningkatan produksi, memperkuat kualitas pengelolaan hasil panen, serta mempertahankan capaian swasembada pangan secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan bersama mahasiswa ini, BULOG berharap kampus dapat mengambil peran lebih aktif dalam membangun literasi pangan nasional. Mahasiswa tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga bagian dari ekosistem perubahan yang mampu menghadirkan gagasan, riset, inovasi, dan komunikasi publik yang konstruktif bagi masa depan pangan Indonesia. Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa swasembada pangan berkelanjutan bukan hanya agenda pemerintah, melainkan gerakan bersama yang membutuhkan dukungan seluruh elemen bangsa. Dengan kolaborasi antara negara, BULOG, petani, akademisi, dan generasi muda, fondasi ketahanan pangan Indonesia diharapkan semakin kuat dari hulu ke hilir.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar