Ade Tya Bantah Tudingan Pelakor, Soroti Status Resmi Ari Lasso dan Dearly

- Sabtu, 20 Desember 2025 | 07:15 WIB
Ade Tya Bantah Tudingan Pelakor, Soroti Status Resmi Ari Lasso dan Dearly

Ade Tya jelas tak terima. Perempuan yang dituding Dearly Djoshua "menggatal" ke Ari Lasso itu merasa namanya tercoreng. Imbasnya, pihak Ade Tya kini balik menyoal status hubungan Ari Lasso dan Dearly itu sendiri.

Mereka menunggu itikad baik dari Dearly. Soalnya, tudingan "gatal" yang dilontarkan DJ begitu Dearly Djoshua biasa disapa terasa menusuk. Ucapan itu seolah menempelkan label "pelakor" pada diri Ade Tya, citra yang tentu saja ingin ia bersihkan.

Kuasa hukum Ade Tya, Andreas, angkat bicara mengenai hal ini. Pertemuannya dengan media berlangsung di kantornya, kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Jumat lalu.

"Pernyataan Mbak DJ di awal-awal, tentang 'gatal' dan semacamnya, itu yang jadi masalah," jelas Andreas.

"Jadi kesannya, klien kami, Mbak Adetia, dianggap sebagai 'Pelakor'. Itu yang kami perjuangkan untuk diluruskan."

Di sisi lain, Andreas juga menyentuh persoalan yang lebih mendasar: status perkawinan pasangan yang menuding kliennya. Menurutnya, Ari Lasso dan Dearly Djoshua hingga detik ini belum terikat pernikahan yang sah secara hukum negara.

"Padahal, kita sama-sama tahu bahwa Mas AL dengan Mbak DJ belum ada ikatan perkawinan secara negara," tegasnya.

Ia bahkan menyoroti pernyataan Dearly soal "ikatan Ketuhanan" yang sempat mencuat. "Sekalipun ada pernyataan dari Mbak DJ tentang Ketuhanan, saya nggak ngerti itu juga. Di KUHAP, di Undang-Undang pun juga nggak ada aturan bernama Ketuhanan," tutup Andreas dengan nada sedikit getir.

Konflik antara Ade Tya dan Dearly ini sendiri awalnya meletup di ruang publik yang paling gaduh: kolom komentar media sosial. Ade Tya diketahui memberi komentar di sebuah unggahan Dearly Djoshua.

Rupanya, itu cukup untuk memantik amarah DJ. Dalam luapan emosinya, Dearly menyebut bahwa Ade Tya lah yang ingin bertemu dengan Ari Lasso. Dan dari situlah, segala tudingan dan bantahan mulai bergulir.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar