Shin Tae-yong Bocorkan Lima Pemain Andalannya: Ada yang Mengejutkan, Ada yang Absen

- Rabu, 28 Januari 2026 | 14:30 WIB
Shin Tae-yong Bocorkan Lima Pemain Andalannya: Ada yang Mengejutkan, Ada yang Absen

Pilihan Sentimental Shin Tae-yong untuk Timnas Indonesia

Kalau ngomongin Timnas Indonesia era Shin Tae-yong, pasti ada saja yang menarik. Baru-baru ini, sang mantan pelatih asal Korea Selatan itu buka suara. Ia merilis daftar lima pemain terbaik versinya selama membesut Skuad Garuda. Dan pilihannya? Bikin banyak orang manggut-manggut, tapi juga bikin beberapa yang lain mengernyitkan dahi.

Yang jelas, nama Asnawi Mangkualam ada di dalamnya. Eks kapten dan bek andalan yang punya sejarah panjang bersama STY sejak 2021 itu menempati posisi keempat.

Nah, di sinilah diskusi mulai memanas. Soalnya, dalam daftar lima besar itu, justru absen nama-nama yang sedang bersinar di Eropa. Ambil contoh Calvin Verdonk, yang main konsisten untuk LOSC Lille di Liga Prancis. Atau kiper Emil Audero meski untuk yang satu ini, absennya masih bisa dimaklumi karena ia belum pernah dibawahi langsung oleh STY.

Tapi ya, tidak masuknya Verdonk tetap jadi teka-teki. Pemain serba bisa itu kan lagi bagus-bagusnya. Kenapa ya STY tidak memasukkannya?

Jawabannya mungkin bisa kita simak dari cara STY memilih. Daftar ini ia sampaikan dalam sebuah konten di kanal YouTube Atta Halilintar. Ia sebut dengan lugas nama-nama yang menurutnya punya dampak paling besar selama ia pelatih.

Urutannya begini: Jay Idzes di posisi puncak. Lalu berurutan ke bawah, ada Maarten Paes, Marselino Ferdinan, Asnawi Mangkualam, dan ditutup oleh Kevin Diks.

"Pemain-pemain ini yang paling memberikan kontribusi nyata selama saya bertugas," begitu kira-kira penekanan STY.

Soal Kevin Diks, ini juga menarik. Pemain itu catat menit bermainnya sangat singkat, cuma saat melawan Jepang November 2024 lalu. Tapi rupanya, itu cukup untuk membuatnya tetap masuk dalam radar STY.

Kalau kita lihat dua nama teratas, Jay Idzes dan Marselino, pilihannya memang tidak mengejutkan. Mereka seperti "anak emas" di era STY. Jay, bek Sassuolo yang langsung dipercaya jadi kapten padahal belum genap setahun membela Indonesia. Sementara Marselino, ya itu dia, "mesin gol" andalan. Siapa yang lupa dua golnya yang mengantarkan Indonesia menang atas Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia? Momen itu jelas melekat kuat.

Kini, dengan tongkat kepelatihan sudah dipegang John Herdman, pertanyaannya adalah: apakah pilar-pilar pilihan STY ini akan tetap jadi andalan di era baru? Bisa iya, bisa tidak.

Pilihan Herdman mungkin akan berbeda. Tapi daftar dari STY ini jelas punya pesan tersendiri. Ini bukan sekadar soal skill teknis semata. Lebih dari itu, ini pilihan yang sarat nilai sentimental dan profesional terhadap pemain-pemain yang sudah "berperang" bersamanya dari awal.

Kombinasi pemain seperti Asnawi dan Marselino yang ia besut dari muda dengan pemain berkelas seperti Jay Idzes dan Maarten Paes, menunjukkan pertimbangan yang mendalam. STY sepertinya tidak hanya melihat kualitas individu di atas kertas, tapi juga kepemimpinan di lapangan, chemistry dengan tim, dan momen-momen krusial yang pernah mereka lewati bersama. Itulah yang mungkin kurang terlihat pada nama seperti Verdonk, meski kualitasnya tak diragukan.

Pada akhirnya, daftar ini adalah sebuah refleksi. Sebuah kilas balik dari seorang pelatih tentang pemain-pemain yang paling berarti dalam perjalanannya bersama Garuda.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar