murianetwork.com, Jakarta – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengajukan permintaan kepada Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto agar tetap konsisten terhadap program food estate.
PSI mengingatkan Hasto untuk tidak berubah sikap terkait pernyataannya mengenai food estate.
"Mungkin Mas Hasto lupa, pada 17 Juli 2022, beliau pernah menyampaikan pernyataan di Palangkaraya yang tegas mendukung program food estate. Jangan pagi dhele, sore tempe," ungkap Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie dalam keterangannya, Sabtu, 23 Desember 2023.
Grace menilai konsistensi merupakan harapan publik terhadap politik dan politisi, dan menegaskan bahwa Hasto seharusnya tidak mengubah pendiriannya hanya karena kepentingan politik.
"Pada 17 Juli 2022 Mas Hasto mendukung food estate. Jejak digital masih tersimpan dan mudah ditemukan. Namun hanya demi kepentingan politik, hari ini anti," lanjut Grace.
Grace mengingatkan bahwa food estate adalah program untuk ketahanan pangan, meski perlu terus diperbaiki, dikontrol, dan ditingkatkan dalam pelaksanaannya.
"Kebijakan food estate adalah salah satu jalan keluar pemerintahan Presiden Jokowi menangani krisis pangan, apalagi saat El Nino seperti sekarang ini yang membuat harga komoditi seperti beras naik terus," kata Grace.
Baca Juga: Tampil Baik di Debat Kedua Cawapres, Ridwan Kamil Beberkan Kunci Keberhasilan Gibran Dominan
Ia juga mencatat bahwa Presiden Jokowi telah mengakui tantangan dalam implementasi food estate, termasuk kegagalan tanaman pada percobaan pertama.
"Food estate adalah proyek lintas Kementerian. Ada Kementerian Pertanian, Kementerian PUPR, dan Kementerian Pertahanan dari sisi cadangan strategis. Bahwa ada yang berhasil, baru setengah berhasil, atau belum berhasil, sehingga terus perlu koreksi dan evaluasi," tambahnya.
Baca Juga: Jubir TKN: Gibran Lolos Dari Berbagai Pertanyaan Jebakan
Sebelumnya, Hasto Kristiyanto merespons pertanyaan Gibran Rakabuming Raka mengenai regulasi penangkapan dan penyimpanan karbon (carbon capture and storage), menyebut bahwa program food estate merusak aspek tersebut.
"Ya tentang carbon capture dan carbon storage ini kan nanti pada saat berbicara tentang lingkungan hidup, tetapi Mas Gibran di situ lupa bahwa carbon capture justru rusak karena program food estate," kata Hasto di Jakarta Convention Center, Senayan, Jumat, 22 Desember 2023.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: jangkauindonesia.com
Artikel Terkait
Gubernur Sulsel Kucurkan Rp1 Miliar untuk Pemulihan RSUD Syekh Yusuf Gowa Pascakebakaran
Cuaca Makassar 1 Juni 2026 Diprakirakan Cerah Berawan Sepanjang Hari, BMKG: Tak Ada Cuaca Ekstrem
Jerman Hancurkan Finlandia 4-0 dalam Uji Coba Menjelang Piala Dunia 2026
Uruguay Umumkan 26 Pemain Piala Dunia 2026, Luis Suáres Absen