Tuntas Tahap Pertama, Jalan Payakumbuh-Sitangkai Siap Lanjut ke Batusangkar

- Rabu, 28 Januari 2026 | 21:25 WIB
Tuntas Tahap Pertama, Jalan Payakumbuh-Sitangkai Siap Lanjut ke Batusangkar

Hari itu, di kawasan Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, suasana tampak berbeda. Andre Rosiade, Wakil Ketua Komisi VI DPR, turun langsung mendampingi Menteri PU Dody Hanggodo. Mereka meninjau pembangunan jalan Payakumbuh-Sitangkai ruas yang sempat viral sebagai urat nadi perekonomian warga setempat. Kunjungan ini sekaligus menandai tuntasnya tahap pertama proyek strategis itu.

Tak sendirian, rombongan pejabat pusat itu disambut oleh sejumlah kepala daerah. Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah hadir, begitu pula Bupati Lima Puluh Kota Safni dan Bupati Tanah Datar Eka Putra. Kehadiran mereka semua, termasuk Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi, jelas menunjukkan satu hal: ada keseriusan kolektif untuk mengawal infrastruktur di ranah Minang ini.

Dalam keterangan tertulisnya Rabu lalu, Andre Rosiade menyampaikan kabar baik. "Alhamdulillah tahap pertama Payakumbuh-Sitangkai sudah tuntas," ujarnya.

Politisi Gerindra itu lalu melanjutkan, "Pak Menteri PU juga memastikan pembangunan dilanjutkan sampai ke Batusangkar. Jalan ini sangat penting karena menjadi akses utama masyarakat sekaligus penggerak ekonomi kawasan."

Rencananya, pembangunan tahap kedua menuju Batusangkar sekitar 25 kilometer akan digarap mulai pertengahan 2026.

Di sisi lain, Menteri Dody Hanggodo memberikan penegasan sekaligus catatan. Pemerintah pusat, katanya, siap mendukung pendanaan. Namun begitu, ada satu prasyarat kunci yang harus dipenuhi daerah.

"Dari sisi anggaran, Kementerian PU siap mendukung. Prinsipnya jelas, selama lahannya clean and clear, pembangunan bisa langsung kita dorong," tegas Dody.

Ia tak menampik bahwa kendala lahan sering jadi biang keladi tertundanya proyek nasional, bukan soal anggaran. Karena itu, ia mendorong pemerintah provinsi dan kabupaten untuk bergerak cepat menyelesaikan persoalan pembebasan tanah. "Kalau lahannya sudah siap, tidak ada alasan untuk menunda," imbuhnya.

Proyek sepanjang hampir enam kilometer ini merupakan realisasi instruksi Presiden untuk memperbaiki jalan rusak yang terbentur anggaran. Nilainya sekitar Rp75 miliar, dibangun dengan konstruksi beton. Pilihan beton bukan tanpa alasan; aktivitas angkutan berat, terutama truk galian C, di kawasan itu sangat tinggi. Aspal biasa dikhawatirkan tak akan bertahan lama.

Aspek keselamatan juga jadi perhatian. Atas usulan Bupati Eka Putra, akan dibangun jalur penyelamat untuk mengantisipasi rem blong di titik rawan. Hanya saja, ini perlu koordinasi lebih lanjut karena lahannya melibatkan area milik PT KAI.

Andre Rosiade memastikan akan segera menemui Dirut PT KAI untuk membahas hal ini, sekaligus membicarakan lahan untuk flyover Padang Luar.

Sementara itu, Gubernur Mahyeldi menekankan peran daerah dalam menjaga hasil pembangunan. "Pemerintah provinsi siap mengawal pengaturan tonase dan perizinan agar jalan yang dibangun pemerintah pusat ini tidak cepat rusak," ujarnya.

Ia menambahkan, ini tanggung jawab bersama agar investasi besar itu benar-benar bermanfaat untuk masyarakat.

Ke depan, jalan yang menghubungkan Payakumbuh hingga Batusangkar ini diharapkan bisa memangkas waktu tempuh. Lebih dari itu, ia diandalkan bisa memperkuat konektivitas dan menyulut pertumbuhan ekonomi di kawasan Luhak Nan Tuo dan sekitarnya. Harapannya sih, jalan mulus, ekonomi pun lancar.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler