Beijing Auto Show 2026 jadi saksi bisu sebuah pencapaian yang cukup mencengangkan. Omoda dan Jaecoo, dua pabrikan yang mungkin masih terdengar asing di telinga sebagian orang, berhasil menembus angka penjualan global hingga 1 juta unit. Dan yang bikin geleng-geleng kepala? Semua itu diraih hanya dalam waktu tiga tahun sejak mereka pertama kali meluncur secara global pada 2023. Bayangkan, dari nol langsung meroket. Bisa dibilang, mereka salah satu brand dengan laju pertumbuhan tercepat di industri otomotif dunia saat ini.
Shawn Xu, CEO Omoda dan Jaecoo International, dengan nada bangga menyebut ini sebagai rekor tersendiri. Menurut dia, angka ini bukan sekadar statistik. Lebih dari itu, ini bukti kalau pasar benar-benar menerima produk mereka dengan tangan terbuka.
"Kemampuan Omoda Jaecoo Global penjualan keseluruhan telah melewati 1 juta unit. Kami merupakan pembuat rekor global," ujarnya saat memberikan sambutan di Beijing Auto Show 2026, Jumat (24/4/2025) lalu.
Dia lalu menjelaskan, lonjakan ini terjadi dalam tempo yang sangat singkat. Bahkan, kata dia, peningkatan paling signifikan baru terasa dalam setahun terakhir ini.
"Dalam 3 tahun yang lalu, kami mencapai 2 juta, hampir setiap tahun. Tahun lalu, di show ini, kami mencapai 520.000 penjualan keseluruhan. Tahun ini, 1 juta unit," tegasnya, seolah masih tidak percaya dengan angka yang diraih perusahaannya.
Lalu, apa yang mendorong pertumbuhan secepat itu? Salah satunya, ekspansi yang cukup agresif. Mereka sudah masuk ke 69 pasar global, ditopang lebih dari 1.300 jaringan dealer. Kalau dilihat dari penjualan bulanan, trennya juga positif. Pada Maret 2026 saja, mereka berhasil menjual lebih dari 60.000 unit.
Nah, di Indonesia sendiri, kontribusinya lumayan besar. Terutama dari model JAECOO J5 EV, sebuah SUV listrik yang performanya cukup moncer. Sepanjang kuartal pertama 2026, angka penjualannya bikin mata sedikit terbelalak: 1.942 unit di Januari, naik jadi 2.926 unit di Februari, dan 2.775 unit di Maret. Lumayan konsisten, kan?
Capaian itu bikin J5 EV duduk manis sebagai salah satu model listrik dengan penjualan paling stabil di pasar dalam negeri. Di tingkat global, model ini juga nggak kalah greget. Dalam sembilan bulan sejak peluncuran, penjualannya tembus 20.000 unit per bulan. Bukan angka yang bisa dianggap remeh.
Di sisi lain, Omoda dan Jaecoo juga nggak cuma mengandalkan kendaraan listrik. Mereka mulai memperkuat portofolio lewat teknologi Super Hybrid System (SHS). Sistem ini, katanya, menggabungkan efisiensi energi, performa tinggi, dan jarak tempuh yang lebih panjang. Semacam solusi buat konsumen global yang mungkin masih ragu soal infrastruktur listrik.
Pada akhirnya, pencapaian ini menunjukkan satu hal: Omoda dan Jaecoo benar-benar serius. Agresif di ekspansi pasar, konsisten di lini produk, dan inovatif di teknologi. Data penjualan, jaringan dealer yang melebar, serta gebrakan teknis jadi pijakan mereka buat menjaga momentum. Apakah ini bakal bertahan? Kita lihat saja ke depannya.
Artikel Terkait
Gubernur Jateng Dorong Kontes Sapi Perah untuk Pacu Produksi Susu
Pencairan PKH Tahap II 2026 Dimulai, Pemerintah Percepat Jadwal Demi Efisiensi Data
Tito Karnavian Ajak Kepala Daerah Sumbagsel Susun Program Prioritas 2027-2029
BRILink Agen Mekaar Tembus 426 Ribu Agen, Volume Transaksi Capai Rp3,52 Triliun