Angka Pernikahan Turun, Atalia: "Saya Bukan Contoh, Ya"
Di tengah rapat kerja dengan Kementerian Agama, Rabu lalu, anggota Komisi VIII DPR Atalia Praratya menyoroti sebuah tren yang menggelisahkan. Angka pernikahan di Indonesia, rupanya, terus merosot dari tahun ke tahun. Dalam kesempatan itu, ia secara halus menyinggung perceraiannya sendiri dengan mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
"Apa yang terjadi, tentu... apa yang terjadi pada saya tentu bukan menjadi contoh begitu ya," ujar Atalia di Gedung Nusantara II, Senayan.
Pernyataan itu ia sampaikan bukan tanpa alasan. Menurutnya, fenomena penurunan pernikahan ini harus jadi perhatian serius semua pihak. Data yang ia paparkan cukup mencengangkan: sejak 2013, grafiknya terus melandai. Khusus periode 2021 hingga 2024 saja, penurunannya mencapai 15,1 persen. Artinya, ada perubahan signifikan dalam cara masyarakat memandang pembentukan keluarga.
Atalia, yang berasal dari Partai Golkar, lalu membandingkan dengan sejumlah negara. Ia khawatir Indonesia akan mengikuti jejak Korea Selatan, di mana angka pernikahan anjlok 40 persen. Jepang dan China juga tak jauh berbeda, dengan penurunan masing-masing 21,1 persen dan 20 persen.
Namun begitu, ia tak menampik upaya yang sudah dilakukan. Langkah Kemenag lewat program pranikah, seperti 'tepuk sakinah', ia apresiasi. Hanya saja, menurutnya, fokus tak boleh cuma pada persiapan menuju pelaminan.
Ketahanan untuk mempertahankan rumah tangga justru kunci yang tak kalah penting.
"Tampaknya ketahanan keluarga juga menjadi penting," tegasnya.
Ia menekankan, anak muda masa kini butuh pembekalan yang matang. Bukan cuma soal seremonial pernikahan, tapi bekal nyata untuk menjalani bahtera rumah tangga agar bisa bertahan lama. Poin itulah yang ia rasa perlu digarisbawahi, sambil berharap tren yang ada bisa berbalik arah.
Artikel Terkait
Menaker Terbitkan Aturan Baru, Hanya Enam Bidang Pekerjaan yang Boleh Gunakan Sistem Outsourcing
Kementerian Perdagangan Siap Sesuaikan HET Minyakita, Harga di Pasaran Tembus Rp19.000 per Liter
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Ditargetkan Rampung Sebelum HUT Jakarta 2026
Konflik Timur Tengah Ancam Investasi Raksasa AI Senilai Rp10.800 Triliun