Mimpi Buruk Berujung Maut: Remaja di Karawang Tewaskan Ayah Kandung

- Rabu, 28 Januari 2026 | 21:30 WIB
Mimpi Buruk Berujung Maut: Remaja di Karawang Tewaskan Ayah Kandung

Dini hari yang sunyi di perumahan dinas Peruri, Karawang, pecah oleh sebuah tragedi mengerikan. Seorang remaja, masih pelajar SMA, diduga menghabisi nyawa ayah kandungnya sendiri.

Kabar itu dibenarkan oleh Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan. Menurutnya, peristiwa naas itu terjadi pada Rabu (28/1) dini hari, saat kebanyakan orang terlelap.

Korban, seorang pria berinisial RA, tewas dengan luka yang sangat serius. Lehernya ditusuk menggunakan pisau dapur.

Wildan memaparkan kronologinya. Rupanya, semua berawal dari sebuah mimpi buruk. Pelaku yang sedang tidur, terbangun karena mimpi menakutkan yang melibatkan sang ibu dan ayahnya.

“Pelaku merasa takut mimpi tersebut menjadi kenyataan, lalu mengambil pisau dapur dan mendatangi kamar korban yang saat itu sedang tertidur,” ujar Wildan, Rabu (28/1).

Dalam kegelapan kamar, aksi itu terjadi begitu cepat. Pelaku langsung membacok bagian bawah telinga korban, terus hingga ke belakang leher.

Korban sempat terbangun, tubuhnya sudah bersimbah darah. Dia berusaha keluar kamar, meminta pertolongan. Tapi tenaganya habis. Dia akhirnya terkapar di depan rumah.

Warga yang mendengar keributan bergegas mendatangi lokasi. Mereka mendapati RA dengan kondisi mengerikan: luka robek di wajah dan leher, dada, juga kaki kirinya.

“Korban segera dilarikan ke RS Primaya untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara terduga pelaku diamankan warga dan diserahkan kepada pihak kepolisian,” kata Wildan.

Motif Masih Diusut

Lantas, apa yang mendorong seorang anak melakukan hal seperti ini? Polisi menyelidiki kemungkinan motif lama. Diduga, pelaku menyimpan sakit hati mendalam. Korban, sang ayah, disebut-sebut kerap melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap ibu pelaku dan bersikap kasar kepada anaknya.

“Untuk motif lainnya masih kami dalami,” ujarnya.

Saat ini, proses penyidikan terus berjalan. Polisi telah melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti kunci: sebilah pisau dapur dan pakaian korban yang berlumuran darah. Keterangan sejumlah saksi juga sedang dikumpulkan untuk menyusun puzzle peristiwa ini.

Wildan menutup pernyataannya dengan imbauan. Dia meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mengambil tindakan yang bisa menghambat proses hukum.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses kasus ini kepada kepolisian,” tandasnya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar