Namun begitu, di balik momen mengharukan yang bikin banyak netizen ikut menangis itu, ada realitas getir yang tersimpan. Pertemuan itu terjadi bukan dalam situasi biasa, melainkan ketika Aceh Tamiang sedang terpuruk. Statusnya kritis, terisolasi total.
Jalan utama putus. Distribusi bantuan mandek. Ribuan warga, termasuk keluarga dalam video itu, mulai kelaparan. Karung beras yang dibawa sang ayah dalam video bukan sekadar properti. Itu adalah hasil perjuangannya mencari makanan, menempuh rute berbahaya hanya untuk bisa menyambung hidup keluarganya.
Faktanya, banjir ini sudah berhari-hari merendam permukiman. Warga terjebak, akses logistik lumpuh total. Krisis pangan mengintai di banyak titik pengungsian. Momen pertemuan tadi, meski indah, justru menjadi pengingat pilih betapa mendesaknya pemulihan akses jalan. Pemerintah dituntut bergerak cepat, sebelum keadaan bertambah runyam.
Artikel Terkait
Gelombang Korban Penipuan Kamboja Serbu KBRI Phnom Penh
Pelaku Usaha Sambut Hangat Rencana BUMN Tekstil, Lihat Peluang Sinergi
Transjakarta, MRT, dan LRC Tembus 461 Juta Penumpang, Terbaik Kedua di Asia Tenggara
LPEM UI Desak BI Rate Bertahan di 4,75% di Tengah Badai Inflasi dan Rupiah Lunglai