Pemerintah berencana memperbanyak jumlah petugas haji yang direkrut dari kalangan TNI dan Polri. Rencana ini ditargetkan berlaku untuk musim haji 2026 mendatang. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, usai rapat di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis lalu.
Dahnil menjelaskan, instruksi untuk menambah personel dari kedua institusi itu datang dari Presiden Prabowo Subianto.
"Itu dari TNI-Polri seperti juga perintah Presiden, kita akan tambah supaya kemudian mereka bisa bertugas lebih baik, karena lebih prima biasanya petugas dari TNI dan Polri. Dan kita akan putuskan tambah petugas dari TNI dan Polri," ujarnya.
Alasannya cukup jelas. Petugas berlatar belakang militer dan kepolisian dinilai punya kondisi fisik yang lebih tangguh. Dengan stamina yang prima, diharapkan mereka bisa memperkuat penyelenggaraan layanan jemaah tahun depan. Namun begitu, Dahnil belum bisa merinci seberapa banyak penambahannya. Angka pastinya masih kabur.
"Persentasenya nanti kita lihat. Karena secara khusus belum kita bahas. Yang jelas bertambah, gitu," kata dia menambahkan.
Artikel Terkait
Menteri HAM Kecam Keras Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS
AladinTravel Tawarkan Solusi Sewa Mobil dan Rencana Perjalanan Dinas Terintegrasi
Prabowo Pelajari Opsi Penghematan Energi, Termasuk WFH hingga Potong Gaji Pejabat
Mentan Zulhas Pastikan Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Ketahanan Pangan Nasional