Tapi, bukan berarti semua berjalan mulus. OECD tetap menyoroti sejumlah ancaman serius. Perselisihan perdagangan yang makin panas, ketegangan geopolitik, dan tren investasi yang lesu disebut masih jadi penghambat pertumbuhan.
Mereka juga memberikan peringatan khusus.
“Peningkatan lebih lanjut dalam hambatan perdagangan, terutama di sekitar input penting, dapat menimbulkan kerusakan signifikan pada rantai pasokan dan output global,” kata OECD.
Belum lagi soal pasar keuangan. Euforia berlebihan terhadap AI dinilai berisiko.
“Valuasi aset yang tinggi berdasarkan ekspektasi optimistis terhadap pendapatan perusahaan yang digerakkan oleh AI menimbulkan risiko potensi koreksi harga yang tiba-tiba,” imbuhnya. Jadi, optimisme itu ada, tapi kewaspadaan tetap harus dijaga. (Wahyu Dwi Anggoro)
Artikel Terkait
Yayasan Gates Siapkan Rp150 Triliun, Tapi PHK 500 Karyawan Mengintai
Cipratan Air Banjir Picu Amuk, Warga Koja Berakhir dengan Luka di Wajah
Ekonomi Jerman Akhirnya Tumbuh Tipis, Tapi Beban Ekspor Masih Membelit
Ekspor Mobil Ramah Lingkungan Korsel Tembus Rp1.200 Triliun di Tengah Pergeseran Pasar