Sejak siang tadi, suasana di kompleks kantor Pemkab Pekalongan mendadak tegang. Rombongan petugas KPK datang dengan empat mobil, tepatnya sekitar pukul sebelas pagi. Mereka langsung menuju lantai dua, ke ruang kerja Bupati Pekalongan nonaktif, Fadia Arafiq. Tujuannya jelas: melakukan penggeledahan.
Kehadiran mereka tentu saja menarik perhatian. Para pegawai yang sedang bekerja dan awak media yang kebetulan ada di lokasi menyaksikan petugas berpakaian rapih itu masuk ke area kantor bupati. Suasana hening, hanya terdengar langkah kaki dan suara percakapan singkat. Pemeriksaan pun dilakukan di beberapa ruangan.
Menariknya, di tengah keriuhan yang tertahan itu, terlihat Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M Yulian Akbar. Kabarnya, Yulian baru dua hari ini kembali aktif bekerja di kantornya. Dan hari ini, dia langsung menyaksikan aksi penyidik KPK dari dekat.
Ketika dimintai konfirmasi, Yulian Akbar membenarkan kejadian tersebut.
"Siang ini tadi KPK sedang berlangsung kegiatan pemeriksaan, atau penggeledahan," ujarnya.
Dia melanjutkan, ada empat ruangan yang akhirnya disegel oleh tim penyidik. Ruangannya bukan sembarangan.
"Yakni ruang Bupati, ruang Sekda, ruang Kabag umum dan Kabag perekonomian," jelas Yulian.
Jadi, intinya, KPK tak hanya menyegel ruang sang bupati nonaktif. Tiga ruangan lain yang vital di lingkungan kantor itu juga ikut disegel untuk kepentingan penyelidikan. Tindakan ini jelas bukan langkah kecil. Sinyal yang dikirim terasa kuat, meninggalkan banyak pertanyaan tentang apa sebenarnya yang sedang diusut oleh komisi antirasuah itu di Pekalongan.
Artikel Terkait
Tim Cook Mundur, John Ternus Ditunjuk Jadi CEO Apple Mulai September 2026
Polisi Amankan 3,6 Kilogram Ganja di Stasiun Tanah Abang
Kedutaan AS di Baghdad Serukan Warga Negara Segera Tinggalkan Irak
Komisi III Mulai Serap Aspirasi untuk RUU Jabatan Hakim