Ballroom BPDP di Jakarta ramai oleh suara riuh anak-anak pada Kamis lalu, 5 Maret 2026. Mereka bukan sedang berpesta, melainkan mengikuti acara edukasi bertajuk "Kakao dan Rahasia Cokelat". Sekitar 60 siswa SD dan SMP, kebanyakan dari Rumah Tahfidz An Nur di Depok dan sekitar Gambir, berkumpul untuk sebuah petualangan yang manis.
Tujuannya jelas: mengenalkan dunia perkebunan pada generasi muda. Tapi caranya? Jauh dari sekadar ceramah membosankan.
Pangihutan Siagian, Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP, menekankan bahwa ini lebih dari sekadar acara seremonial. Baginya, ini adalah investasi.
Acara pun dimulai dengan sebuah kisah. Melalui dongeng yang dibawakan Kak Rona Mentari dari Rumah Dongeng Anak, anak-anak diajak menyusuri perjalanan panjang biji kakao. Dari pohon di kebun, melalui tangan-tangan petani, hingga akhirnya berubah menjadi cokelat lezat di meja mereka. Metode storytelling ini rupanya jitu. Mereka terlihat antusias, menyimak setiap tahap proses dengan mata berbinar.
Artikel Terkait
Gubernur DKI Pastikan Stok Pangan dan BBM Jakarta Aman Jelang Idul Fitri
Kemnaker Buka Posko Pengaduan THR 2026, Layanan Konsultasi hingga Aduan Online
Program Makan Bergizi Polri Tetap Berjalan di SD Palmerah Selama Ramadan
BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih Awal, Parah, dan Meluas