Serangan AS dan Israel terhadap Iran terus berlanjut. Korban jiwa di pihak Iran, menurut laporan resmi, sudah sangat tinggi. Otoritas di Teheran menyebut lebih dari 1.200 orang tewas sejak akhir pekan lalu.
Angka itu datang dari Yayasan Martir dan Urusan Veteran Iran, sebuah badan pemerintah. Mereka mengumumkan sedikitnya 1.230 orang telah gugur sebagai martir. Serangan skala besar itu dimulai Sabtu lalu, 28 Februari waktu setempat, seperti dilaporkan media Iran Press TV pada Jumat.
Di sisi lain, Washington dan Tel Aviv punya klaim sendiri. Mereka bilang sasaran serangan adalah aset militer murni: sistem rudal, angkatan laut, dan pusat komando Iran. Tujuannya, kata mereka, untuk melumpuhkan kapasitas militer Teheran.
Namun begitu, laporan dari lapangan justru bercerita lain. Menurut Press TV, serangan terkoordinasi itu banyak mengenai kawasan sipil. Bukan hanya di Teheran, tapi juga di sejumlah kota lain di Iran.
Artikel Terkait
Gubernur DKI Pastikan Stok Pangan dan BBM Jakarta Aman Jelang Idul Fitri
Kemnaker Buka Posko Pengaduan THR 2026, Layanan Konsultasi hingga Aduan Online
Program Makan Bergizi Polri Tetap Berjalan di SD Palmerah Selama Ramadan
BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih Awal, Parah, dan Meluas