Netanyahu Minta Grasi demi Kepentingan Negara di Tengah Badai Korupsi

- Minggu, 30 November 2025 | 21:55 WIB
Netanyahu Minta Grasi demi Kepentingan Negara di Tengah Badai Korupsi

Prosedurnya sendiri akan berjalan standar: permohonan grasi akan diteruskan ke departemen khusus di Kementerian Kehakiman untuk dikumpulkan berbagai pendapat. Nantinya, penasihat hukum presiden yang akan merumuskan rekomendasi akhir.

Netanyahu memang figur yang paling memecah belah di Israel. Karir politiknya panjang pertama kali terpilih sebagai perdana menteri tahun 1996, lalu bolak-balik memerintah dan berada di oposisi, sebelum akhirnya kembali memimpin setelah pemilu 2022.

Menjelang pemilu Oktober 2026, banyak jajak pendapat menunjukkan koalisinya yang disebut-sebut sebagai yang paling kanan dalam sejarah Israel akan kesulitan meraih cukup kursi untuk membentuk pemerintahan.

Sepanjang karirnya, Netanyahu dikenal fokus pada isu keamanan dan ekonomi. Tapi bayang-bayang korupsi tak pernah benar-benar hilang. Dia memimpin saat tragedi 7 Oktober 2023 terjadi ketika Hamas melancarkan serangan yang disebut sebagai peristiwa paling traumatis dalam sejarah Israel, dan serangan paling mematikan terhadap orang Yahudi sejak Holocaust.

Sejak saat itu, dia memimpin perang dahsyat di Gaza yang menewaskan puluhan ribu warga Palestina dan menghancurkan sebagian besar wilayah tersebut. Langkah ini menuai kecaman keras dari berbagai penjuru dunia.

Meski berhasil melemahkan Hamas dan Hizbullah, serta melancarkan serangan terhadap Iran yang menghancurkan infrastruktur militer penting, perang ini meninggalkan luka yang dalam bagi banyak pihak.


Halaman:

Komentar