Di sisi lain, ia bersyukur memiliki istri yang sangat memahami kesibukannya. Baru belakangan ini ia menyadari betapa besar porsi waktu yang ia berikan untuk pekerjaan, terutama ketika melihat anak-anaknya yang juga ingin menghabiskan waktu bersamanya.
Kesibukannya benar-benar tanpa jeda. Ia menceritakan pengalaman baru-baru ini, ketika baru mendarat dari Jepang jam enam sore, langsung melanjutkan shooting sampai tengah malam.
Menurut Irfan, justru ritme kerja seperti inilah yang membuatnya merasa hidup. Liburan malah kurang ia nikmati dibanding saat bekerja.
Pola hidup super sibuk ini ternyata menular ke anak-anaknya. Jalu dan Aisyah kini terbiasa dengan jadwal teratur setiap hari. Salah satunya adalah kegiatan berkuda yang bisa mereka lakukan hingga enam kali seminggu.
Artikel Terkait
1,5 Juta Pengguna Tinggalkan ChatGPT Usai OpenAI Gandeng Pentagon
Menteri ESDM Pastikan Pasokan Batu Bara untuk PLN Aman Meski RKAB Ditata
Ekonomi Australia Tumbuh 2,6% di 2025, Lebih Kuat dari Perkiraan
Pertamina Naikkan Harga BBM Nonsubsidi, Pertalite dan Solar Tetap Stabil