Dinding Rumah Ambruk di Kemang Bogor Akibat Hujan Lebat dan Angin Kencang

- Rabu, 04 Maret 2026 | 13:25 WIB
Dinding Rumah Ambruk di Kemang Bogor Akibat Hujan Lebat dan Angin Kencang

Hujan tak henti-hentinya mengguyur kawasan Kemang, Kabupaten Bogor, Selasa malam lalu. Bukan cuma deras, anginnya juga mengamuk. Kombinasi alam yang kejam ini berakhir dengan dinding sebuah rumah ambruk. Parahnya, reruntuhan dari tembok yang jebol itu langsung menimpa rumah di bawahnya.

Menurut sejumlah saksi, kejadiannya sekitar pukul sepuluh lewat malam. Hujan sudah turun dengan intensitas tinggi dalam waktu yang cukup lama, disertai tiupan angin yang kencang.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, mengonfirmasi kejadian ini.

"Dinding bangunannya jebol, puing-puingnya menimpa rumah di sebelah bawah. Penyebab utamanya ya hujan lebat dan angin kencang tadi malam," jelas Adam saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (4/3/2026).

Dua unit rumah jadi korban. Kerusakan terparah dialami rumah milik seorang warga bernama Dedi. Dinding di bagian ruang kamarnya ambrol, masuk kategori rusak sedang.

Rumah kedua, yang tertimpa material runtuhan, mengalami kerusakan ringan. Adam menambahkan, tembok yang ambruk itu sebenarnya belum permanen belum diplester sehingga rentan terhadap tekanan air dan angin.

"Butuh penanganan lebih lanjut dari semua pihak terkait," imbuhnya. Kekhawatirannya, kalau hujan dan angin seperti itu datang lagi, kerusakan bisa makin meluas. Longsoran material dikhawatirkan akan melebar.

Di sisi lain, bencana serupa juga terjadi di wilayah Ciseeng, Kabupaten Bogor, pada malam yang sama. Atap rumah rusak diterpa angin kencang. Untungnya, dari kedua insiden ini tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Namun begitu, situasi ini jadi pengingat. Adam menekankan, respons cepat dari pihak berwenang sangat dibutuhkan untuk mencegah hal yang lebih buruk di kemudian hari.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar