Rabu kemarin, Hetifah Sjaifudian, Ketua Komisi X DPR, mengonfirmasi sebuah usulan anggaran yang cukup besar. Ya, benar adanya bahwa Menteri Pendidikan Abdul Mu’ti mengajukan tambahan anggaran belanja sebesar Rp 181 triliun. Namun begitu, Hetifah menegaskan dengan jelas bahwa dana segitu bukan untuk program MBG atau Makan Bergizi Gratis sama sekali.
“Pada 18 Februari yang lalu, memang Kemendikdasmen mempresentasikan usulan anggaran belanja tambahan yang totalnya Rp 181 triliun,” ujar Hetifah.
Lalu untuk apa saja uang itu? Rupanya, fokusnya murni pada sektor pendidikan. Hetifah merincikan beberapa hal. Mulai dari revitalisasi satuan pendidikan, percepatan digitalisasi pembelajaran, sampai bantuan untuk sekolah yang terdampak bencana. Di sisi lain, ada juga alokasi untuk pemutakhiran data pokok pendidikan (dapodik) dan dukungan manajemen bagi guru.
“Rinciannya, diantaranya adalah untuk revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, bantuan kebencanaan. Di luar itu, ada juga untuk pemutakhiran dapodik, dukungan manajemen guru dan tenaga kependidikan, dan lainnya,” jelasnya.
Artikel Terkait
Pemerintah Tetapkan Empat Hari Cuti Bersama di Maret 2026 untuk Nyepi dan Idul Fitri
Menaker Dorong Transparansi Perhitungan THR untuk Driver dan Kurir Online
Iran Ancam Serang Kota-Kota Eropa Jika Negara Eropa Ikut Konflik
Kader PDIP Magetan Bantah Kelola Dapur MBG, Hanya Sewakan Lahan