Lalu, bagaimana dengan standar keamanan globalnya?
"Mobil ini dibuat memang pertama untuk di Indonesia setir kanan, namun kualifikasi mobil ini secara global itu masuk dalam global safety requirement," jelas Indra.
"Karena Indonesia menjadi negara pertama setir kanan dan market global itu bukan hanya setir kiri, informasi yang kami dapat bahwa mobil ini sedang masuk dalam uji Euro NCAP," tambahnya.
Di luar urusan banjir, kualitas baterai L8 ternyata memberi keuntungan lain yang tak kalah menarik. Mobil ini bisa menempuh jarak hingga 100 kilometer hanya dengan mengandalkan mode listrik murni. Cukup untuk aktivitas harian di dalam kota tanpa perlu sering-sering mengisi bensin.
Bahkan saat daya baterai mulai melemah, sistem hybrid-nya tetap berjalan optimal. Yang penting, tidak ada risiko gangguan kelistrikan karena paparan air. Ini menunjukkan bahwa perlindungan pada baterai bukan sekadar untuk daya tahan, tapi juga memastikan konsistensi teknologi hybrid dalam berbagai situasi.
Dan soal pengisian daya, pabrikan mengklaim punya keunggulan.
"Kemudian di sini keunggulan kami, isi 30 sampai 80 persen dengan arus 40 kWh tuntas dalam 20 menit," papar Indra.
"Lalu karena mobil ini didesain bukan hanya kondisi dalam kota, namun buat kepentingan berwisata atau camping, maka output baterai (Vehicle to Load) bisa digunakan 2,2 kW sampai 6,6 kW cukup besar di segmennya," tutupnya.
Artikel Terkait
Korban Jiwa Membengkak, Iran Hadapi Gelombang Kerusuhan Terbesar
Ketegangan Iran-AS Memanas, Ketua Parlemen Ancam Serang Israel dan Pangkalan Amerika
Dua Puisi, Satu Semangat: Perlawanan dalam Kata-kata Thukul dan Hanasasmit
Pesta Futsal Asia 2026: Jakarta Siap Gelar Perang Bintang di Kandang Sendiri