Benjamin Netanyahu tak main-main. Perdana Menteri Israel itu baru saja memerintahkan Komando Pertahanan Dalam Negeri dan berbagai badan penyelamat untuk bersiap. Persiapan untuk apa? Untuk kemungkinan perang dengan Iran. Situasinya sudah dinaikkan ke level "siaga maksimum" di sejumlah lembaga keamanan negara itu.
Laporan ini pertama kali muncul di koran Israel ternama, Yedioth Ahronoth, Rabu malam lalu. Media itu mengutip sumbernya, menyebut Netanyahu telah memberi arahan tegas untuk bersiap menghadapi konflik. Kabar serupa kemudian dikonfirmasi oleh kantor berita Anadolu Agency pada Kamis (19/2/2026).
Di sisi lain, ada perkembangan yang cukup menarik. Rapat kabinet keamanan Israel yang rencananya digelar Kamis untuk membahas Iran, mendadak diundur. Menurut siaran televisi lokal KAN, rapat itu baru akan digelar Minggu (21/2). Alasan penundaan? Tidak ada penjelasan resmi. Hal ini tentu menambah spekulasi tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik layar.
Nah, laporan Yedioth Ahronoth juga mengungkap analisis yang beredar di kalangan pejabat Israel. Mereka menilai Presiden AS Donald Trump punya kecenderungan untuk melancarkan serangan besar-besaran ke Iran. Dan itu bisa terjadi dalam waktu dekat.
"Pemerintahan Trump meyakini bahwa Iran berusaha mengulur waktu dan menipu Amerika Serikat,"
Artikel Terkait
AS Selamatkan Awak F-15 yang Jatuh di Iran Lewat Operasi Rahasia Berisiko Tinggi
AS Klaim Sukses Evakuasi Awak Pesawat Tempur yang Jatuh di Iran, Tepergok Klaim Beda dari Teheran
Pengemudi Taksi Online di Jakarta Dijerat Tiga Pasal Usai Diduga Lakukan Kekerasan Seksual
Saksi Beberkan Aliran Uang Non-Teknis Rp 100 Juta per Tahun untuk Sertifikasi K3 di Kemenaker