JAKARTA – Harapan itu pupus di semifinal. Langkah Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin di All England Open 2026 akhirnya terhenti. Tapi, jangan salah, meski gagal melangkah ke final, debut mereka di turnamen prestisius ini cukup gemilang. Mereka pulang membawa bonus tak sedikit: Rp343 juta.
Namun begitu, hasil keseluruhan tim Indonesia terasa pahit. Untuk pertama kalinya sejak 2011, tidak ada satu pun wakil Merah Putih yang bertahan hingga hari final. Rekor buruk yang pasti jadi bahan perenungan panjang.
Turnamen bulu tangkis tertua di dunia itu memang berakhir dengan getir bagi kita. Di luar edisi 2021 yang penuh kontroversi, inilah kali pertama dalam 15 tahun terakhir Indonesia pulang dengan tangan kosong dari partai puncak. Suasana di Utilita Arena, Birmingham, seolah ikut meredup untuk kontingen merah putih.
Semua harapan sempat bertumpu pada pasangan muda tadi. Raymond/Nikolaus, yang tampil sebagai non-unggulan, berhasil menembus babak empat besar. Sayang, di semifinal mereka harus mengakui keunggulan ganda Korea Selatan, Kim Won-ho/Seo Seung-jae, yang notabene peringkat satu dunia. Skor 19-21 dan 13-21 cukup jelas menggambarkan jarak yang masih ada.
Tapi ya, pencapaian mereka patut diacungi jempol. Hadiah Rp343 juta itu bukan main-main jumlahnya untuk sebuah debut.
Soal Angka: Hadiah Fantastis All England
Secara keseluruhan, turnamen tahun ini membagikan uang hadiah total 1,45 juta dolar AS. Kalau dirupiahkan, kira-kira mencapai Rp24 miliar. Gila, kan? Uang sebesar itu dibagi sesuai kategori dan sejauh mana pemain bertahan.
Untuk nomor tunggal baik putra maupun putri juaranya bakal membawa pulang 101.500 dolar AS atau sekitar Rp1,7 miliar plus 12.000 poin BWF. Runner-up dapat separuh lebih sedikit: 49.300 dolar AS (Rp833 juta). Sementara yang sampai di semifinal, seperti Raymond/Nikolaus, mendapat 20.300 dolar AS.
Di nomor ganda, angkanya sedikit lebih besar. Juara dapat 107.300 dolar AS per pasangan. Runner-up 50.750 dolar AS. Intinya, selain uang tunai yang menggiurkan, poin peringkat BWF yang diperebutkan juga sangat tinggi. Poin itu penting banget untuk menentukan seed di turnamen besar berikutnya.
Artikel Terkait
PSM Makassar Kembali ke Filosofi _Siri na Pacce_ untuk Bangkit dari Krisis
Persebaya Dibantai Borneo FC 1-5, Catat Rekor Kebobolan Terburuk Sejak Kembali ke Liga 1
Marc Klok Siapkan Debut di Timnas Indonesia Usai Komunikasi Intens dengan Pelatih Baru John Herdman
Herdman Umumkan Skuad Sementara 41 Pemain, Persija Dominasi Sumbangan