Anak-anak Pahawang Sambut Wisatawan dengan Aksi Menyelam Tanpa Alat, Jadi Atraksi Unik Sebelum Snorkeling

- Minggu, 17 Mei 2026 | 06:30 WIB
Anak-anak Pahawang Sambut Wisatawan dengan Aksi Menyelam Tanpa Alat, Jadi Atraksi Unik Sebelum Snorkeling

Dikenal sebagai salah satu permata wisata bahari di Provinsi Lampung, Pulau Pahawang yang terletak di Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran, terus menjadi magnet bagi pelancong dari berbagai daerah. Pulau ini menawarkan panorama laut yang memukau, spot snorkeling yang menggoda, serta terumbu karang yang masih alami dan terjaga kelestariannya.

Di tengah pesona alamnya, terdapat satu atraksi unik yang langsung menyambut wisatawan sebelum mereka menyeberang ke pulau. Anak-anak lokal di kawasan pesisir Pahawang dengan lincahnya menyelam tanpa alat bantu renang untuk mengambil uang koin atau kertas yang dilemparkan oleh pengunjung dari atas perahu. Pemandangan ini menjadi hiburan tersendiri yang mewarnai awal perjalanan menuju destinasi utama.

Perjalanan menuju Pulau Pahawang dimulai dari Dermaga Ketapang, Lampung, dengan waktu tempuh sekitar 30 hingga 45 menit menggunakan perahu kayu. Selama berada di atas perahu, wisatawan juga dapat menyaksikan atraksi alami ikan terbang atau torani yang melompat-lompat di permukaan air laut. “Ikan itu bisa terbang cukup jauh, sekitar 5 sampai 8 meter,” ujar Ical, seorang tour leader yang mendampingi rombongan.

Kejernihan air laut di Pulau Pahawang kerap membuat para pengunjung menyebutnya sebagai “Maldives-nya Lampung”. Kondisi laut yang relatif tenang menjadikan kawasan ini sangat cocok untuk aktivitas snorkeling, bahkan bagi mereka yang baru pertama kali mencoba. Salah satu lokasi favorit adalah Taman Nemo, di mana wisatawan dapat berinteraksi langsung dengan ikan badut atau ikan Nemo yang jinak dan kerap mendekati manusia.

Dalam kunjungan terbaru, sebanyak 28 anggota komunitas Journalist Max Community diajak menikmati keindahan Pulau Pahawang melalui program Maxi Tour Boemi Noesantara etape ketiga dari Yamaha Indonesia. Mereka berkesempatan menjelajahi spot-spot bawah laut yang masih asri dan merasakan langsung keramahan alam Lampung.

Untuk menikmati pesona Pulau Pahawang, wisatawan tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Tarif sewa perahu kayu berkapasitas sekitar sepuluh orang berkisar antara Rp1 juta hingga Rp1,8 juta. Biaya tersebut umumnya sudah mencakup perlengkapan snorkeling, dokumentasi, dan makan siang. Sementara itu, bagi yang menginginkan perjalanan lebih cepat, tersedia pula layanan speed boat dengan tarif sekitar Rp2,8 juta untuk perjalanan sehari dengan kapasitas lima penumpang. “Kalau speed boat, biasanya wisatawan tidak ke Pahawang, mereka ke Pulau Wayang. Itu agak jauh dari Pahawang, makanya mereka menggunakan speed boat,” jelas Ical.

Di sisi lain, Pulau Pahawang juga menyediakan beragam pilihan akomodasi, mulai dari homestay milik warga hingga cottage eksklusif di tepi pantai. Tarif homestay berkisar antara Rp150 ribu hingga Rp300 ribu per malam, tergantung fasilitas dan kapasitas kamar. Sementara itu, tarif cottage atau villa di tepi pantai dimulai dari Rp500 ribu hingga lebih dari Rp1,5 juta per malam. Fasilitas seperti listrik, air bersih, jaringan internet, AC, Wi-Fi, sarapan, hingga perlengkapan snorkeling sudah tersedia di sejumlah penginapan.

Suasana yang tenang dan tidak terlalu padat penduduk menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin melepas penat. Keramahan warga setempat juga kerap disebut sebagai alasan utama para pelancong merasa betah dan ingin kembali berkunjung.

Tidak hanya Pulau Pahawang, Lampung juga memiliki destinasi ikonik lainnya, yaitu Menara Siger yang berdiri megah di Bukit Gamping, Bakauheni, Lampung Selatan. Menara setinggi 32 meter ini menjadi landmark khas Lampung sekaligus gerbang penyambut wisatawan yang datang dari Pulau Jawa. Di dalamnya, pengunjung dapat menemukan anjungan budaya, galeri sejarah, diorama, prasasti Kayu Aro, serta area pandang yang menghadap langsung ke Selat Sunda.

“Silakan menikmati destinasi wisata yang ada. Saya berdoa semoga teman-teman pulang membawa cerita indah tentang Lampung, khususnya Lampung Selatan,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lampung Selatan, I Nyoman Setiawan, dalam sambutannya kepada para pengunjung.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags