Seorang wanita muda ditemukan tewas di dalam sumur di tengah lahan sengon di Desa Alassumur Kulon, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jumat (3/7). Korban adalah Siti Munawaroh (24), warga Dusun Raab, Desa Bantaran, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo.
Polisi memastikan kematian korban akibat pembunuhan. Satreskrim Polres Probolinggo dan Unit Reskrim Polsek Kraksaan bergerak cepat dan menangkap dua terduga pelaku sehari setelah penemuan mayat. Keduanya berinisial RF dan H, warga Desa Alaskandang, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo.
Hasil penyelidikan sementara mengungkapkan bahwa korban diduga dibunuh setelah bertemu dengan pelaku yang dikenalnya dari aplikasi pertemanan. Kapolres Probolinggo AKBP Wahyudin Latif menjelaskan, korban dan pelaku RF berkenalan di aplikasi pertemanan dan kemudian berkomunikasi melalui WhatsApp.
"Korban bersama dengan pelaku dia, saudara RF ini sudah janjian. Sudah janjian lewat aplikasi pertemanan online. Kemudian berlanjut di WhatsApp dan janjian untuk ketemu di Jalan Cokro Aminoto, Kota Probolinggo tanggal 30 Mei. Keluarga korban lalu melaporkan kehilangan keluarga," kata Wahyudin Latif, Sabtu (4/7).
Pelaku RF berjanji akan membawa korban bertemu dengan orang tuanya. Namun, ia justru mengajak temannya H untuk pergi bersama korban ke tempat lain. "Bukannya mengajak ke rumah dari saudara RF, akan tetapi pergi ke sebuah tempat. Saudara RF tiba-tiba berhenti untuk buang air kecil. Kemudian setelah selesai buang air kecil, saudara RF menjerat korban dengan menggunakan tali tambang yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Hal tersebut mengakibatkan korban meninggal dunia," ungkapnya.
Setelah memastikan korban meninggal, RF dan H meninggalkan jenazah di tempat kejadian perkara (TKP) sementara. "Kemudian setelah saudara RF memastikan bahwa si korban meninggal dunia, kemudian jadi jenazahnya ditaruh di sebuah TKP, kemudian saudara RF dan H pergi," imbuh Wahyudin Latif.
Motif pembunuhan ini adalah keinginan pelaku RF menguasai harta benda korban. Pelaku membawa motor korban dan membongkarnya. "Pelaku mempreteli motor milik korban, pada keesokannya kedua pelaku membuang motor korban ke sungai. Barang-barang yang lainnya, ada HP, kemudian baju, itu semuanya dibakar oleh pelaku untuk menghilangkan jejak," terangnya.
"Kemudian selanjutnya pelaku kembali lagi ke TKP pembuangan atau penempatan jenazah sementara dan kemudian membawa jenazah tersebut untuk dibuang ke sebuah sumur yang ada di lahan sengon," pungkasnya.
Artikel Terkait
Mayat Wanita di Sumur Probolinggo Ternyata Disetubuhi Dua Pelaku Usai Dibunuh
Polisi Tangkap Tiga Eksekutor Pembunuhan Kakek Pemilik Bengkel di Banyumas
Perebutan Pacar Berujung Maut, Anak Punk Tewas Ditikam Rekan
Istri Kakek Pemilik Bengkel di Purwokerto Jadi Tersangka Pembunuhan Suami