Dari percakapan itu, ia mendapati sesuatu yang menggembirakan sekaligus mengkhawatirkan. Ternyata, anak muda mulai sadar bahwa ruang digital rentan jadi tempat manipulasi informasi.
"Ternyata ada kegelisahan tertentu dari dia, terkait ruang digital ini sebagai ruang manipulasi. Dan itu betul adanya," tuturnya.
Lantas, bagaimana cara menghadapinya? Angela punya jawabannya. Ia menekankan pentingnya peran media berlisensi. Media seperti inilah yang diharapkan bisa jadi penjaga gawang informasi, memastikan hanya fakta yang sampai ke khalayak.
"Bagaimana sebetulnya masih ada media-media yang di mana kita berlisensi, dan kita obviously tidak boleh menyebarkan hoax, obviously kita tidak boleh menyebarkan lies, dan yang hanya bisa kita sebarkan adalah fakta," tegasnya.
Peringatannya jelas: waspada dan cerdaslah dalam menerima informasi. Jangan sampai kita semua terjebak dalam pusaran kabar palsu yang justru lebih cepat menyebar daripada kebenaran itu sendiri.
Artikel Terkait
Wall Street Catat Laba Kuartal I 2026 yang Kuat, CEO Tetap Waspadai Risiko Global
Indonesia-AS Tingkatkan Kerja Sama Pertahanan Jadi Major Defense Partnership
BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di 18 Wilayah Pesisir hingga Akhir April
Trump Klaim Perang dengan Iran Hampir Berakhir Meski Negosiasi Masih Alot