Luhut Binsar Pandjaitan Diminta Sadar Diri, Jangan Atur Pemerintahan Prabowo Subianto
Luhut Binsar Pandjaitan mendapat seruan untuk menyadari posisinya dan tidak mencoba mengatur pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Peringatan ini disampaikan karena Prabowo dinilai tidak akan mudah dipengaruhi seperti di era pemerintahan sebelumnya.
Direktur Eksekutif Survei dan Polling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara, menegaskan bahwa era kepemimpinan Joko Widodo telah berakhir. Ia meminta Luhut untuk tidak mengalami post-power syndrome.
Pernyataan ini disampaikan Igor sebagai respons terhadap manuver Luhut yang dinilai mulai menunjukkan keinginan untuk ikut campur dalam pemerintahan Prabowo.
Gejala Campur Tangan Luhut dalam Pemerintahan Prabowo
Beberapa tindakan Luhut yang mulai mencuri perhatian publik antara lain:
- Meminta Prabowo untuk tidak tunduk pada tekanan organisasi buruh terkait kebijakan upah.
- Meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menyuntikkan dana sebesar Rp50 triliun ke Indonesia Investment Authority (INA).
Meski menjabat sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut diingatkan bahwa Prabowo adalah seorang kepala negara yang memegang tanggung jawab penuh atas arah kebijakan negara.
Igor menegaskan bahwa Prabowo memiliki agenda dan preferensi kebijakannya sendiri, sehingga tidak seharusnya dipengaruhi apalagi diatur oleh pihak lain.
Artikel Terkait
Dudung Bantah Terlibat Susun Pidato Prabowo yang Dikritik Habib Rizieq
Presiden Prabowo Terima Laporan Strategis dari Wakil Ketua DPR Usai Kunjungan ke Rusia dan Prancis
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo