Operasi Ketupat 2026 memang sudah ditutup secara resmi. Tapi, jangan salah, suasana di jalan-jalan utama masih ramai. Pasalnya, menurut Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho, masih ada 42 persen kendaraan pemudik yang belum kembali ke Jakarta pasca Lebaran. Angka itu bukan sedikit, dan Polri mengaku sudah siaga penuh.
Irjen Agus menyampaikan hal itu di Semarang, Kamis lalu. "Proyeksinya kan begitu, masih 42 persen yang belum masuk ke Jakarta," ujarnya.
"Ini masih kita kelola. Operasi Ketupat memang selesai, tapi kegiatan rutin kepolisian justru ditingkatkan," tambahnya.
Nah, soal kesiapan ini, Agus menegaskan semua personel masih bertahan di lapangan. Mereka bukan cuma ngawal arus balik yang masih berlangsung, tapi juga mengantisipasi kemungkinan puncak kedua. Menurut pantauan, masih banyak yang betah di kampung halaman.
"Kami semuanya masih di lapangan. Untuk mengamankan arus balik sekarang, juga karena masih banyak kegiatan di kampung. Kemungkinan tanggal 29 nanti ada puncak balik kedua. Untuk yang itu, kita udah siap," tutur Agus.
Penutupan Operasi Ketupat sendiri sudah dapat izin dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Di sisi lain, ada kabar baik yang patut disimak. Data dari aplikasi IRSMS Korlantas Polri menunjukkan penurunan angka fatalitas yang cukup signifikan selama periode mudik tahun ini.
Irjen Agus memaparkan, jumlah korban meninggal dunia turun 104 orang atau sekitar 30,41 persen. "Tahun 2026 ini tercatat 238 orang. Sedangkan tahun 2025 lalu mencapai 342 orang," jelasnya.
Trend positif ini ternyata tidak cuma di angka kematian. Kejadian kecelakaan lalu lintas secara nasional juga berkurang. Catatannya, turun 5,31 persen atau sekitar 153 kejadian dibanding tahun sebelumnya.
"Tahun ini ada 2.727 perkara kecelakaan. Tahun lalu 2.880. Selain itu, alhamdulillah, tahun ini nihil kecelakaan menonjol," tambah perwira tinggi yang juga menjabat Kaopspus Operasi Ketupat 2026 ini.
Jadi, meski operasi besar sudah berakhir, pengamanan tidak serta-merta lenyap. Polri tetap menyiagakan personelnya di sepanjang jalur yang biasa dipadati pemudik. Mekanismenya dialihkan ke Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan atau KRYD, yang akan berlangsung hingga 29 Maret mendatang.
"Intinya, semua anggota masih berada di lapangan. Untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan tentunya arus balik yang kedua. Begitulah kira-kira kelanjutan dari Operasi Ketupat tadi," sebut Agus menutup penjelasannya.
Artikel Terkait
BMKG: Cuaca Cerah di Jakarta pada Pagi Hari, Berawan Tebal Mulai Tengah Malam
Polri Bongkar Markas Judi Online di Jakarta Barat, 321 WNA Diamankan
Jasa Marga Borong Saham Translingkar Kita Jaya Rp1,12 Miliar, Perkuat Investasi Tol
Pejalan Tewas Usai Lompati Pagar dan Tertabrak Pesawat di Bandara Denver