Di tengah riuhnya dunia digital, Angela Tanoesoedibjo, CEO iNews Media Group, angkat bicara. Kali ini, sasarannya adalah generasi muda. Ia mengingatkan semua tentang bahaya yang kini makin nyata: hoaks.
Menurutnya, ruang digital memang penuh peluang. Tapi jangan salah, di balik itu tersimpan tantangan serius, terutama soal informasi yang kerap tak bisa dibedakan mana yang benar dan mana yang palsu.
"Studi dari MIT juga menunjukkan bahwa hoax itu tersebar enam kali lebih cepat daripada fakta," ujar Angela.
Pernyataan itu disampaikannya dalam sambutan di acara iNews Media Group Campus Connect (ICC) di Universitas Tarumanagara, Rabu lalu. Hadir di depan para mahasiswa, ia terlihat serius menyoroti masalah ini.
Memang, kondisi saat ini cukup memprihatinkan. Ruang digital yang begitu terbuka memungkinkan manipulasi terjadi dengan mudah. Konten-konten tersebar begitu saja, seringkali tanpa proses verifikasi yang memadai. Semuanya serba cepat, tapi belum tentu benar.
Di sisi lain, Angela ternyata bukan tanpa alasan merasa khawatir. Kekhawatirannya ini muncul setelah ia berbincang dengan salah seorang podcaster muda.
Artikel Terkait
Pakistan Lancarkan Serangan Udara ke Afghanistan, Menteri Pertahanan Sebut Perang Terbuka
Bandar Narkoba Ko Erwin Ditangkap Saat Hendak Kabur ke Malaysia
Polisi Tetapkan Pengemudi Ugal-ugalan di Gunung Sahari sebagai Tersangka, Temukan Plat Palsu dan Senjata Tajam
Natalius Pigai dan Guru Besar UGM Tantang Debat HAM Langsung di TV Nasional