Namun begitu, di balik optimisme itu ada tantangan nyata. Babe Haikal mengakui tingkat sertifikasi halal di dalam negeri masih memprihatinkan. Ironisnya, sebagai negara dengan populasi muslim terbesar dunia, Indonesia justru kalah dari Amerika, China, bahkan Brasil dalam hal sertifikasi produk halal.
Dampaknya langsung terasa di lapangan. Produk UMKM lokal yang belum bersertifikat kalah bersaing dengan produk berlogo halal, baik dari dalam maupun luar negeri.
"Itu sebabnya, pokoknya saya mau minimal harus ada 10.000 produk UMKM sertifikasi halal per hari," tegasnya. Dengan skala sebesar itu, harapannya Indonesia bisa benar-benar menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
Keberadaan HIPS sebagai bagian dari Kawasan Ekonomi Khusus Industri Halal diharapkan bisa menjadi jawaban. Fasilitas dan infrastrukturnya dirancang untuk mendukung seluruh proses dari produksi, sertifikasi, hingga distribusi secara efisien. Sebuah langkah konkret yang dinanti banyak pelaku industri.
Artikel Terkait
Indonesia Blokir Grok, Jadi Negara Pertama yang Larang Chatbot Kontroversial Elon Musk
Elon Musk Gempur AI dengan Pusat Data Rp336 Triliun di Mississippi
Departemen Keuangan Siap Ganti Rugi Tarif Trump, Tapi Prosesnya Bisa Tahan Bertahun-tahun
JPMorgan Siap Hidupkan Kembali Kantor Caracas, Menyambut Era Baru Minyak Venezuela