Niatnya jelas: bantuan sosial tidak boleh jadi penopang permanen. Harusnya jadi pendorong awal bagi keluarga yang sedang kesulitan. "Kita ingin bantuan pemerintah menjadi batu loncatan bukan tempat pemberhentian," katanya lagi.
Lebih jauh, kebijakan ini disebut sebagai bagian dari transformasi strategi nasional pengentasan kemiskinan. Targetnya sederhana tapi menantang: setiap intervensi sosial harus menghasilkan peningkatan pendapatan dan kemandirian yang berkelanjutan.
Tak cuma itu, pemerintah juga menyiapkan program pelatihan cepat khusus keluarga miskin ekstrem. Tujuannya agar mereka bisa secepatnya terserap dunia kerja. "Saya sedang mendorong APBN kita untuk membiayai pelatihan cepat untuk keluarga miskin ekstrem," ungkap Muhaimin.
Program pelatihan ini menjadi salah satu cara mengurangi ketergantungan terhadap bansos, khususnya bagi masyarakat yang sebenarnya masih punya kemampuan produktif. Pendekatan lama, kata dia, harus ditata ulang agar intervensi pemerintah lebih efektif.
Artikel Terkait
Bank Dunia Proyeksikan Pertumbuhan Vietnam dan Thailand Anjlok Imbas Konflik Timur Tengah
Wagub Rano Karno Tegaskan Halal Bihalal Jakarta Milik Semua Warga
Stasiun JIS Ditargetkan Beroperasi Juni 2026, Dukung Tren Kenaikan Penumpang KRL
NASA Gandeng Swasta Genjot Misi Pendaratan Berawak di Bulan 2028