Masa Depan Dimulai dari PAUD: Pelatihan Rahasia Ini Siap Cetak Generasi Koding Indonesia 2045

- Senin, 27 Oktober 2025 | 16:24 WIB
Masa Depan Dimulai dari PAUD: Pelatihan Rahasia Ini Siap Cetak Generasi Koding Indonesia 2045

Pelatihan Calon Pelatih Berpikir Komputasional PAUD Digelar di Kudus

Kudus menjadi tuan rumah Pelatihan Calon Pelatih dalam Implementasi Berpikir Komputasional di PAUD yang diikuti puluhan peserta dari 15 provinsi di Indonesia. Program yang berlangsung dari 27 hingga 31 Oktober 2025 ini merupakan langkah strategis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam mendorong pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial (KKA) sejak dini.

Pentingnya Berpikir Komputasional di PAUD

Direktur Guru PAUD dan PNF Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Suparto, S.Ag, M.Ed, Ph.D menegaskan bahwa pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendasar untuk menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.

"Peran guru PAUD sangat strategis untuk menanamkan fondasi berpikir komputasional sejak dini kemampuan berpikir logis, sistematis, dan kreatif yang menjadi dasar memecahkan masalah kompleks," jelas Suparto dalam pembukaan pelatihan di Kudus.

Kudus dan Sumbawa Barat Jadi Percontohan

Pelatihan ini melibatkan 8 guru PAUD dari Kabupaten Kudus dan Kabupaten Sumbawa Barat sebagai dua daerah percontohan yang telah konsisten mengimplementasikan berpikir komputasional di jenjang PAUD. Sejak 2023, lebih dari 700 kepala sekolah dan guru dari 211 satuan PAUD di Kudus telah mengintegrasikan berpikir komputasional dalam pembelajaran sehari-hari.

Sementara di Sumbawa Barat, pendekatan ini telah diterapkan oleh 135 guru dan kepala sekolah dari 29 satuan PAUD yang difasilitasi PT Amman Mineral Nusa Tenggara.

Kolaborasi Multi-Pihak untuk PAUD Indonesia

Bupati Kudus Dr. Ars. Sam'ani Intakoris, S.T., M.T. mengapresiasi inisiatif program pelatihan ini dan berharap dapat memberi manfaat lebih luas ke berbagai daerah di Indonesia.

"Kerjasama ini sangat baik antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Pusat Belajar Guru Kudus yang difasilitasi Djarum Foundation, Amman Mineral, dan Inspirasi Foundation. Semoga dapat menjadi program berkelanjutan," ujar Sam'ani.

Membangun Fondasi Generasi Indonesia Emas 2045

Felicia Hanitio, Deputy Program Director Bakti Pendidikan Djarum Foundation menjelaskan bahwa berpikir komputasional bukan kurikulum baru, melainkan proses berpikir terstruktur yang dibangun melalui kegiatan sehari-hari.

"Pengalaman dari Kudus maupun Sumbawa Barat menunjukkan, proses berpikir komputasional ketika diterapkan secara konsisten akan meningkatkan kemampuan kognitif, sosial-emosional, dan fisik motorik anak," jelas Felicia.

Priyo Pramono, Vice President Social Impact PT Amman Mineral Nusa Tenggara menambahkan bahwa berpikir komputasional menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi adaptif menuju Indonesia Emas 2045.

Metode Pelatihan dan Harapan Ke Depan

Pelatihan diikuti 38 peserta dari 15 provinsi yang akan mempelajari konsep berpikir komputasional dan cara mengintegrasikannya ke dalam kurikulum nasional PAUD. Peserta juga akan melakukan kunjungan ke 4 satuan PAUD percontohan di Kudus.

Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta mampu menjadi pelatih yang akan melakukan diseminasi kepada lebih banyak guru di daerahnya masing-masing, mempercepat implementasi berpikir komputasional di PAUD seluruh Indonesia.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar