Gejolak di pasar saham pekan ini ternyata berujung pada sebuah kejutan besar. Jumat sore (30/1), sejumlah nama penting di jagad pasar modal Indonesia serentak mengundurkan diri. Gelombang pengunduran diri ini diduga kuat dipicu oleh insiden penghentian perdagangan (trading halt) yang terjadi dua hari berturut-turut, sebuah momen langka yang sempat membuat pelaku pasar tegang.
Dirut BEI Membuka Lembaran Baru
Iman Rachman, sang Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), memutuskan untuk mundur. Keputusannya datang tak lama setelah IHSG mengalami trading halt pada Rabu dan Kamis, sebuah gejolak yang jelas meninggalkan bekas.
Ditemui wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Iman menyampaikan harapannya dengan nada tenang.
“Saya berharap ini yang terbaik buat pasar modal. Semoga dengan pengunduran diri saya ini pasar modal kita jadi lebih baik,” ujarnya.
Kalimat itu terdengar sederhana, namun sarat makna. Ia seolah ingin mengalihkan fokus dari dirinya menuju masa depan pasar yang lebih stabil.
Runtut di Tubuh Otoritas
Di sisi lain, gelombang serupa juga terjadi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pucuk pimpinan, Ketua Dewan Komisioner Mahendra Siregar, menyusul untuk mengundurkan diri di hari yang sama. Tapi bukan cuma dia. Langkahnya diikuti oleh tiga pejabat kunci lain: Wakil Ketua OJK Mirza Adityaswara, serta dua pejabat yang sehari-harinya mengawasi langsung pasar modal dan derivatif, Inarno Djajadi dan Aditya Jayaantara.
Melalui pernyataan resmi yang dibacakan oleh Kepala Departemen Literasi OJK, M. Ismail Riyadi, alasan pengunduran diri ini dijelaskan.
“Mahendra Siregar menyatakan bahwa pengunduran dirinya bersama KE PMDK dan DKTK merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk mendukung terciptanya langkah pemulihan yang diperlukan,” jelas Ismail.
Ismail menambahkan bahwa semua prosedur pengunduran diri telah dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Seketika, kursi-kursi panas di dua institusi utama pasar modal itu pun kosong, meninggalkan satu pertanyaan besar: apa langkah selanjutnya untuk memulihkan kepercayaan?
Artikel Terkait
Laba Bersih PTBA Melonjak 104,8 Persen di Kuartal I-2026 Meski Pendapatan Stagnan
Paradise Indonesia (INPP) Cetak Laba Rp44 Miliar di Kuartal I-2026, Segmen Komersial Jadi Motor Pertumbuhan
Wall Street Beragam di Tengah Reli Bulanan, S&P 500 dan Nasdaq Catat Kenaikan Terbaik Sejak 2020
Wall Street Berakhir Campur Aduk, S&P 500 Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak 2020