MURIANETWORK.COM – Penegakan hukum soal kehutanan kini sedang digenjot pemerintah. Wilayah yang jadi sorotan adalah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Dampaknya cukup luas, dan upaya penertiban tampaknya mulai serius.
Sebelumnya, Satgas PKH (Penertiban Kawasan Hutan dan Pertambangan) sudah menyebut ada 12 perusahaan yang diduga memicu bencana ekologis di ketiga provinsi itu. Menurut mereka, bukti-bukti sudah terkumpul. Namun begitu, pengusutan lebih lanjut masih diperlukan, terutama untuk mengejar pihak-pemberi dan pemilik konsesi sebenarnya. Sayangnya, untuk sementara hasil penyelidikan itu belum bisa diumumkan ke publik.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memberikan penjelasan lebih rinci. Dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR di Jakarta, Rabu (14/1/2026), dia memaparkan sejumlah langkah konkret yang sudah diambil.
“Bersama Satgas PKH, telah dilakukan penegakan hukum terhadap 23 subjek hukum,” ujarnya.
Rinciannya, ada penyidikan terhadap enam korporasi dan dua PHAT (Pemegang Hak Atas Tanah), plus penyelidikan terhadap delapan korporasi dan tujuh PHAT lainnya. Tak hanya itu, plang penertiban juga sudah terpasang di 11 titik lokasi.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir