Bupati Kudus Dr. Ars. Sam'ani Intakoris, S.T., M.T. mengapresiasi inisiatif program pelatihan ini dan berharap dapat memberi manfaat lebih luas ke berbagai daerah di Indonesia.
"Kerjasama ini sangat baik antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Pusat Belajar Guru Kudus yang difasilitasi Djarum Foundation, Amman Mineral, dan Inspirasi Foundation. Semoga dapat menjadi program berkelanjutan," ujar Sam'ani.
Membangun Fondasi Generasi Indonesia Emas 2045
Felicia Hanitio, Deputy Program Director Bakti Pendidikan Djarum Foundation menjelaskan bahwa berpikir komputasional bukan kurikulum baru, melainkan proses berpikir terstruktur yang dibangun melalui kegiatan sehari-hari.
"Pengalaman dari Kudus maupun Sumbawa Barat menunjukkan, proses berpikir komputasional ketika diterapkan secara konsisten akan meningkatkan kemampuan kognitif, sosial-emosional, dan fisik motorik anak," jelas Felicia.
Priyo Pramono, Vice President Social Impact PT Amman Mineral Nusa Tenggara menambahkan bahwa berpikir komputasional menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi adaptif menuju Indonesia Emas 2045.
Metode Pelatihan dan Harapan Ke Depan
Pelatihan diikuti 38 peserta dari 15 provinsi yang akan mempelajari konsep berpikir komputasional dan cara mengintegrasikannya ke dalam kurikulum nasional PAUD. Peserta juga akan melakukan kunjungan ke 4 satuan PAUD percontohan di Kudus.
Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta mampu menjadi pelatih yang akan melakukan diseminasi kepada lebih banyak guru di daerahnya masing-masing, mempercepat implementasi berpikir komputasional di PAUD seluruh Indonesia.
Artikel Terkait
Wagub Sulbar Salim S. Mengga Wafat, Duka Mendalam Selimut Sulawesi Barat
Menag: NU Itu Keluarga Besar, Dinamika Internal adalah Hal Wajar
Gugatan ke MK: Anggaran Pendidikan Dikorupsi untuk Makan Bergizi Gratis
Gus Yahya Buka Suara soal Absennya Prabowo di Puncak Harlah NU