Gus Yahya Buka Suara soal Absennya Prabowo di Puncak Harlah NU

- Sabtu, 31 Januari 2026 | 11:54 WIB
Gus Yahya Buka Suara soal Absennya Prabowo di Puncak Harlah NU

Ribuan orang memadati Istora Senayan, Sabtu (31/1) lalu. Suasana hangat dan khidmat menyelimuti perayaan puncak Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama. Acara besar ini, tentu saja, dihadiri banyak tokoh penting. Mulai dari Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Menag Nasaruddin Umar, Ibu Sinta Nuriyah Wahid, hingga Menko PMK Pratikno hadir dan menyemarakkan.

Namun begitu, ada beberapa nama yang justru tak terlihat. Kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto, misalnya, dinanti-nanti banyak pihak. Begitu pula dengan Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar dan Sekjen PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Mereka absen.

Usai acara, Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menjawab rasa penasaran itu. Soal ketidakhadiran Prabowo, ia memberikan penjelasan.

"Sejak kemarin sebetulnya sudah ada koordinasi dengan berbagai perangkat yang terkait dengan kepresidenan, seperti dengan Paspampres dan protokol istana dan lain-lain. Hal-hal teknis yang diperlukan untuk kehadiran beliau sudah disiapkan,"

ujar Gus Yahya membuka cerita.

"Tapi memang pada saat terakhir, beliau mungkin berhalangan karena ada tugas lain ya. Kami mendengar juga ada beberapa tugas negara terkait dengan tamu-tamu negara yang hadir pada hari ini."

Jadi, urusan kenegaraanlah yang menjadi penyebabnya. Di sisi lain, bagaimana dengan ketidakhadiran dua petinggi NU lainnya?

Mengenai Rais Aam Miftachul Akhyar, Gus Yahya punya kabar. Khutbah yang biasanya disampaikan sang Rais Aam, kali ini diwakili oleh Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar. Kebetulan, beliau juga menjabat sebagai Menteri Agama Republik Indonesia.

Lalu, untuk Gus Ipul?

"Ya tentu ada tugas lain ya, termasuk Pak Saifullah Yusuf mungkin ada kesibukan lain. Eh, nanti kita, yang jelas sesudah ini semua proses-proses organisasi akan terus kita jalankan sebagaimana mestinya,"

tutur Gus Yahya. Ia menambahkan, agenda organisasi tetap akan berjalan untuk menuntaskan mandat Muktamar Lampung 2021.

Jadi, meski beberapa nama besar tak hadir, perayaan satu abad NU itu tetap berlangsung lancar dan penuh makna. Suasana istora yang riuh dengan shalawat seolah menjadi bukti, semangat kebersamaan itu tak tergantikan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler