Jadi, urusan kenegaraanlah yang menjadi penyebabnya. Di sisi lain, bagaimana dengan ketidakhadiran dua petinggi NU lainnya?
Mengenai Rais Aam Miftachul Akhyar, Gus Yahya punya kabar. Khutbah yang biasanya disampaikan sang Rais Aam, kali ini diwakili oleh Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar. Kebetulan, beliau juga menjabat sebagai Menteri Agama Republik Indonesia.
Lalu, untuk Gus Ipul?
"Ya tentu ada tugas lain ya, termasuk Pak Saifullah Yusuf mungkin ada kesibukan lain. Eh, nanti kita, yang jelas sesudah ini semua proses-proses organisasi akan terus kita jalankan sebagaimana mestinya,"
tutur Gus Yahya. Ia menambahkan, agenda organisasi tetap akan berjalan untuk menuntaskan mandat Muktamar Lampung 2021.
Jadi, meski beberapa nama besar tak hadir, perayaan satu abad NU itu tetap berlangsung lancar dan penuh makna. Suasana istora yang riuh dengan shalawat seolah menjadi bukti, semangat kebersamaan itu tak tergantikan.
Artikel Terkait
Bumi Memanas Lebih Cepat, KLHK Buru-buru Tinjau Ulang Tata Ruang
Kematian di Tangan ICE: Krisis Kepercayaan dan Gelombang Protes yang Mengguncang Amerika
John Sitorus Sindir Siti Nurbaya Usai Rumahnya Digeledah: Gabung Saja ke PSI
Brian Yuliarto Buka Kartu: Kampus dan Industri Harus Jalin Kolaborasi Nyata untuk Pacu Ekonomi