Wacana work from home atau WFH untuk menghemat BBM kembali mencuat. Kali ini, imbas konflik di Timur Tengah jadi pemicunya. Menanggapi hal itu, anggota Komisi II DPR RI, Ujang Bey, punya pesan khusus untuk pemerintah.
“Kalau nanti pemerintah benar-benar mau jalanin WFH, desain kebijakannya harus matang,” tegas Ujang.
Ia mengapresiasi langkah efisiensi itu, apalagi di tengah situasi yang serba tak pasti. Menurutnya, momentum libur panjang seperti Idulfitri dan Nyepi bisa jadi mula yang tepat. Namun begitu, Bey menekankan satu hal: semua harus dihitung dengan cermat. Berapa liter BBM yang bisa dihemat? Angkanya harus jelas, berbasis data, bukan sekadar wacana.
“Kebijakan harus terukur, dampaknya harus nyata,” ujarnya lagi.
Artikel Terkait
Pemerintah Kaji Pemotongan Gaji Pejabat hingga Anggota DPR
Pemerintah Imbau Open House Lebaran Dilaksanakan Secara Sederhana
Remaja Tewas, Dua Luka Berat dalam Tabrakan Motor di Pandeglang
Pemerintah Tunda Pengiriman 8.000 Pasukan Perdamaian TNI ke Gaza