Pengerjaan Jalan Hertasning Makassar Rampung, Fokus Beralih ke Aroepala

- Selasa, 17 Maret 2026 | 15:00 WIB
Pengerjaan Jalan Hertasning Makassar Rampung, Fokus Beralih ke Aroepala

Makassar – Progres pengerjaan Jalan Hertasning di Makassar terlihat semakin nyata. Kalau melintas di sana, sebagian ruas jalan sudah mulus dilapisi aspal baru. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sendiri menyebut, pekerjaan pelapisan ulang atau overlay di kedua sisi jalan itu hampir rampung total.

Menurut Andi Ihsan, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (DBMBK) Sulsel, fokus pekerjaan kini mulai bergeser.

"Sekarang kondisinya dalam progres. Untuk Hertasning, kiri kanan sudah overlay semua, sudah selesai. Bagian yang sedang diproses sekarang itu ada di Aroepala," jelas Ihsan, Selasa (17/3/2026).

Dikebut Malam Hari demi Hindari Macet

Ruas Hertasning menuju Aroepala bukan jalan sembarangan. Ini adalah jalur vital penghubung Kota Makassar dengan Kabupaten Gowa. Lalu lintasnya padat, nyaris tiada henti. Makanya, pekerjaan di sini butuh strategi khusus agar tidak bikin kemacetan berjam-jam.

Solusinya? Pengerjaan dikebut pada malam hari dengan rekayasa lalu lintas. Metode ini jauh lebih efektif ketimbang memaksakan diri bekerja di siang bolong yang riuh oleh kendaraan.

"Rekayasa lalu lintas dilakukan sampai malam. Biasanya karena ada paving yang harus dikerok. Kalau siang tidak bisa, pasti macet jadinya. Kalau malam baru dikerok, ditambal, kemudian overlay," papar Ihsan.

Tak Cuma Aspal, Drainase Jadi Perhatian Serius

Selain dua ruas jalan tadi, perhatian juga tertuju ke Jalan Tun Abdul Razak. Nah, di sini prioritasnya agak berbeda. Pemerintah memilih membenahi sistem drainase terlebih dahulu sebelum berpikir untuk pengaspalan. Jalan ini merupakan perpanjangan dari Hertasning yang mengarah ke Samata.

Masalah utamanya klasik: banyak saluran air yang tidak terhubung dengan baik. Kalau drainasenya berantakan, percuma saja aspal baru ditabur.

"Di Tun Abdul Razak itu, yang utama kita lakukan adalah perbaikan drainase dulu sebelum masuk ke program mayornya, aspalnya. Karena di sana siklus drainasenya banyak yang tidak terkoneksi. Hal itulah yang perlu kita benahi secara umum," tegas Ihsan.

Hujan, Tantangan yang Tak Terelakkan

Selain urusan teknis di lapangan, ada faktor lain yang kerap jadi penghambat: cuaca. Curah hujan yang tinggi belakangan ini menjadi perhatian serius. Terburu-buru mengaspal di tengah hujan atau kondisi basah justru bisa mengorbankan kualitasnya.

"Faktor cuaca juga. Makanya pada saat banyak disoroti, kita kan tidak bisa optimal pengaspalannya. Aspal itu sangat sensitif dengan air. Bisa saja kami paksakan, tapi takutnya kualitasnya jadi terganggu," ungkapnya.

Pemprov Sulsel berharap, seluruh rangkaian proyek peningkatan jalan di koridor Hertasning-Aroepala ini bisa segera tuntas. Dengan ruas jalan yang lebih baik, kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan di kawasan tersibuk Mamminasata ini pun diharapkan bisa meningkat signifikan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar